LANGIT7.ID-Jakarta; Hubungan bilateral Indonesia dan Jepang memasuki babak baru seiring pertemuan bersejarah Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (11/1/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting mengingat status Jepang sebagai mitra strategis Indonesia dalam pembangunan ekonomi dan infrastruktur.
"Perubahan dan kemajuan Indonesia selama 34 tahun terakhir sungguh memukau. Saat terakhir berkunjung sebagai anggota parlemen periode kedua, saya tidak menyangka Indonesia bisa bertransformasi sepesat ini," ucap Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2025).
Pertemuan bilateral ini semakin bermakna karena menjadi tindak lanjut dialog singkat kedua pemimpin di sela-sela KTT APEC Peru November 2024. Ishiba, yang baru dilantik sebagai PM Jepang Oktober 2024, menjadikan Indonesia sebagai destinasi kunjungan kenegaraan prioritas.
"Kehangatan sambutan masyarakat Indonesia sungguh menyentuh. Dalam perjalanan karier saya, baik sebagai anggota parlemen maupun menteri, belum pernah mendapat sambutan seistimewa ini," ujar dia.
Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung penyambutan kenegaraan dengan mengenakan setelan jas abu-abu. Nuansa keakraban terlihat saat keduanya berjabat tangan di halaman Istana Bogor. Alunan lagu "Selamat Datang Pahlawan Muda" dari marching band menyertai kedatangan delegasi Jepang pukul 09.55 WIB.
Suasana penyambutan semakin semarak dengan kehadiran pelajar berbusana seragam dan pakaian adat yang mengibarkan bendera Indonesia-Jepang. Pasukan kehormatan dan kavaleri berkuda turut memeriahkan upacara, dilengkapi dentuman 19 kali meriam kehormatan saat lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan.
Dialog bilateral berlangsung di ruang kerja presiden setelah prosesi penandatanganan buku tamu dan foto bersama di ruang teratai. Prabowo didampingi jajaran pejabat tinggi, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menlu Sugiono, dan sejumlah menteri kabinet lainnya.
Pertemuan strategis ini juga dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
(lam)