Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home wisata halal detail berita

Menyantap Mie Titi, Kuliner Favorit Pecinta Kuliner di Makassar

andi amriani Senin, 20 September 2021 - 19:40 WIB
Menyantap Mie Titi, Kuliner Favorit Pecinta Kuliner di Makassar
Mie titi, kuliner berbahan mie kering yang diminati pecinta kuliner di Kota Makassar. (foto: Andi Amriani)
LANGIT7.ID, Makassar - Jika sedang bertandang ke Makassar, tidak ada salahnya mencoba makanan yang satu ini. Kuliner berbahan dasar mie yang digoreng kering tersebut, sangat populer bagi pecinta kuliner di Makassar.

Meski berbahan dasar mie, rasanya tidak kalah nikmat dengan makanan khas lain yang ada di Kota Daeng.

Mie Titi atau orang biasa menyebut mie kering, mulai dipopulerkan oleh seorang warga Tionghoa Angko Tjao yang sudah menetap di Kota Makassar sekira tahun 1970 lalu.

Baca juga: Aroepala Food City, Tempat Nongkrong Favorit Kaum Milenial

Dia mulai berjualan mie di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, berbagai varian masakan mie khas tionghoa ini dipasarkan mulai dari kwangton dan mie hokkian. Namun, mie titi yang paling terkenal dan sangat diminati semua kalangan.

Seiring berjalannya waktu, Angko Tjao mewariskan resep mie ini kepada ketiga anaknya yakni Titi, Hengki dan Awa.

Menyantap Mie Titi, Kuliner Favorit Pecinta Kuliner di Makassar

Sebenarnya Mi Titi bukan nama asli dari makanan tersebut, lebih tepatnya disebut mie kering. Namun, sudah sangat terkenal dengan nama Mi Titi, yang diambil dari salah satu nama anak Angko Tjao.

Berbeda dengan masakan mie pada umumnya, Mie Titi menggunakan mie halus yang digoreng dengan minyak sampai kering. Kemudian disiram kuah, kelezatannya akan terasa pada kekentalan kuahnya. Rasa bumbunya seperti menempel di lidah.

Para penikmat mie kering akan dibuat ketagihan dengan kuah yang berisi udang, cumi-cumi, ayam dan bakso. Selain itu, pada kuahnya juga ditambahkan sayuran sawi hijau yang segar. Mie kering ini, hanya cocok disantap pada saat hangat.

Untuk lebih terasa nikmat Sahabat Langit7 bisa menambah jeruk nipis, dan juga lombok cuka yang disediakan di warung Mie Titi. Jika merasa kurang pedas, bisa menggunakan sambel kuning, sambel khas Toraja.

Baca juga: Menyantap Coto Makassar, Kuah Gurih yang Bikin Nagih

Mie Titi dulunya hanya ramai pada sore hari di di Jalan Irian. Biasanya pecinta kuliner sudah mengantri pada jam-jam makan sekedar untuk mencicipi mie kering yang dipopulerkan oleh Angko Tjao itu.

Nah, di kota Makassar, Mie Titi sudah membuka cabang dibeberapa wilayah juga sampai ke sejumlah daerah. Selain di warung Mi Titi, anda juga bisa mencicipi mie kering di warung Mie Awa dan Mie Hengki, soal rasa semua sama sebab masing-masing pemilik warung hanya menggunakan resep dari mendiang sang ayah. Mie kering ini, juga sudah menjadi oleh-oleh kota daeng, banyak warga dari luar kota menjadikan mie kering sebagai oleh-oleh.

Mie kering ini, sering menjadi menu yang disajikan saat menjamu tamu-tamu pemerintah dan juga dikalangan artis.

Seperti Muhammad Devirzha, Finalis Indonesian Idol 2014. Saat mengisi acara di Makassar, Virzha menyempatkan ke warung Mie Titi.

Menurut lelaki kelahiran Banda Aceh ini, mie kering penyajiannya sangat unik. Beda dengan masakan mie pada umumnya diberbagai daerah. "Jika dapat undangan ke Makassar, saya pasti mencicipi Mie Kering dan Coto," katanya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)