LANGIT7.ID-Jakarta; Kebanyakan di sebagian besar negara di seluruh dunia, ada satu atau dua bahasa dominan yang digunakan.
Namun, bayangkan sebuah tempat di mana hanya 13% penduduknya tinggal di kota—dan semua orang lainnya tinggal di daerah pedesaan terpencil, terkadang di pulau-pulau kecil yang jauh atau di desa-desa suku. Dan di tempat ini, tidak hanya ada satu atau dua bahasa, tetapi 840 bahasa yang berkembang pesat.
Nah, tempat itu adalah Papua Nugini, dan itu adalah negara dengan keberagaman bahasa paling tinggi di planet ini.
Data tentang Bahasa yang Masih Hidup
Visual di atas berasal dari Our World in Data dan memanfaatkan data dari Ethnologue dari tahun 2024.
PeringkatNegaraJumlah Bahasa yang Masih Hidup:
1) Papua Nugini 840
2) Indonesia 710
3) Nigeria 530
4) India 453
5) Tiongkok 306
6) Meksiko 293
7) Kamerun 279
8) Amerika Serikat 239
9) Australia 224
10) Brasil 222
![Papua Nugini Punya 840 Bahasa, Indonesia 710 Bahasa, Biasanya Setiap Negara Hanya 2 Bahasa]()
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Papua Nugini memiliki 840 bahasa yang masih hidup, yang sebagian besar merupakan bahasa asli dan digunakan di wilayah kecil di negara tersebut.
Konon, salah satu bentuk bahasa pidgin bahasa Inggris (Tok Pisin) merupakan lingua franca dengan lebih dari 4 juta penutur.
Diperkirakan ada sekitar 23 bahasa di negara ini yang memiliki lebih dari 20.000 penutur asli. Sisanya secara statistik merupakan bahasa ekor panjang, yang dituturkan oleh komunitas dan kelompok yang semakin kecil.
Indonesia berbagi daratan utama yang sama dengan Papua Nugini (pulau Nugini), jadi tidak mengherankan jika Indonesia berada di urutan berikutnya dengan 710 bahasa yang masih hidup yang dituturkan di seluruh kepulauan.
Namun, perbedaan utamanya adalah populasi—Indonesia memiliki populasi hampir 30 kali lipat, sehingga "kepadatan bahasa" per kapitanya lebih rendah.(*/saf/visualcapitalis)
(lam)