Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

KBBI Menambahkan 3.259 Kata sebagai Entri Baru Sepanjang 2025

lusi mahgriefie Senin, 12 Januari 2026 - 07:50 WIB
KBBI Menambahkan 3.259 Kata sebagai Entri Baru Sepanjang 2025
Ilustrasi: ist
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menambahkan 3.259 entri baru di sepanjang tahun 2025. Dengan demikian jumlah keseluruhan entri mencapai 210.595.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) telah memutakhirkan KBBI pada bulan Oktober 2025. Daftar entri baru tersebut dapat diakses secara terbuka melalui https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/Beranda/Pemutakhiran.

Berikut ini rincian pemutakhiran KBBI VI Oktober 2025:

Entri baru: 3.259
Makna baru: 136
Contoh baru: 1
Ubah entri: 2.550
Ubah makna: 1.987
Ubah contoh: 107
Entri nonaktif: 363
Makna nonaktif: 9
Contoh nonaktif: 1

Pemutakhiran KBBI dilakukan secara berkala setiap enam bulan, sebagai upaya responsif terhadap perkembangan kosa kata dan istilah yang tubuh di tengah masyarakat.

Dengan pembaruan dua kali setahun, KBBI diharapkan tetap menjadi rujukan kebahasaan yang relevan, akurat, dan mengikuti dinamika penggunaan bahasa Indonesia yang terus bergerak.

KBBI adalah Kamus Historis

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa KBBI tidak hanya berfungsi sebagai kamus preskriptif yang memuat aturan kebahasaan semata.

"KBBI juga bersifat deskriptif, yakni mencatat kosakata sebagaimana digunakan oleh masyarakat, baik dalam bahasa formal maupun informal," kata Hafidz dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (12/1/2026).

Untuk melengkapi informasi tersebut, lanjut dia, dalam entri KBBI terdapat label berupa singkatan yang menjelaskan ragam dan jenis kata tersebut. Misalnya, ragam cak yang berarti "percakapan" untuk menjelaskan bahwa kata tersebut hanya digunakan dalam ragam percakapan yang informal dan tidak digunakan sebagai kata baku.

Label kas yang menunjukkan bahwa kata tersebut kata "kasar" yang hanya digunakan dalam umpatan atau makian. Selain itu, digunakan juga cara rujuk silang (cross reference) yang digunakan untuk merujuk pada bentuk yang baku.

Baca juga: 8 Bahasa Korea Masuk KBBI, Ada Oppa hingga Hanbok

Pendekatan ini menegaskan bahwa KBBI tidak serta-merta membakukan semua kata yang dicatat, melainkan memberikan informasi kebahasaan secara utuh dan proporsional.

"KBBI adalah kamus besar yang 'kebesarannya' ditunjukkan oleh keluasan cakupan kosakata yang terhimpun dari aspek rentang waktu, bidang, dan ragam penggunaan," ucapnya.

Dari Usulan Masyarakat hingga Masuk Kamus

Proses pemutakhiran KBBI dilakukan melalui mekanisme penyuntingan berjenjang dan terstandar. Usulan entri baru, baik dari tim internal maupun masyarakat, disunting oleh editor, ditelaah redaktur, dan disahkan oleh validator sebelum ditetapkan sebagai entri resmi.

Penyuntingan berjenjang tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa entri yang masuk ke dalam KBBI sudah benar-benar melalui proses penyaringan dan penyuntingan yang terstandar. Rapat redaksi dilakukan secara berkala untuk membahas persoalan apa saja yang muncul dalam penyuntingan.

Partisipasi publik menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan KBBI. Hingga saat ini, KBBI Daring telah menerima 255.629 usulan dari masyarakat, degan 181.220 usulan atau sekira 70,89% di antaranya telah disunting.

Setiap usulan yang diterima terlebih dahulu melalui proses penyuntingan oleh editor. Apabila masih diperlukan perbaikan, usulan dikembalikan kepada pengusul untuk disempurnakan. Usulan yang telah sesuai kemudian diteruskan kepada redaktur untuk dilakukan penelaahan. Setelah dinyatakan layak, usulan divalidasi dan ditetapkan sebagai bagian dari daftar entri yang akan dimutakhirkan pada periode berikutnya.

Usulan kata yang masuk mencerminkan kreativitas penutur bahasa Indonesia. Beberapa diantaranya merupakan variasi cakapan dari kata yang telah ada, yang dicatat dalam KBBI karena tingkat penggunaanya cukup luas.

Dalam praktik leksikografi modern, frekuensi kemunculan menjadi salah satu indikator, tetapi bukan satu-satunya penentu. Editor juga mempertimbangkan nilai rasa, potensi tafsir sosial-budaya, serta kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia sebelum menetapkan informasi penggunaan dalam entri KBBI.

Kriteria Utama Sebuah Kata Bisa Masuk dalam KBBI?

Secara umum, sebuah kata harus memenuhi kriteria utama yakni keunikan, eufonik (enak didengar), sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, tidak berkonotasi negatif, seta digunakan secara luas dan berulang oleh masyarakat.

Banyak diantaranya berasal dari bahasa daerah atau bahasa asing yang mengisi kekosongan makna dalam bahasa Indonesia. Proses ini mencerminkan partisipasi semesta dalam memperkaya khazanah kosakata bahasa Indonesia.

Sebagai karya rujukan, KBBI menggunakan berbagai konvensi penulisan unituk memudahkan pengguna, mulai dari penandaan lema, contoh penggunaan, pemenggalan kata, hingga label ragam dan bidang. Pemahaman terhadap konvensi tersebut akan meningkatkan keterampilan merujuk dan membantu pengguna memperolah informasi kebahasaan secara tepat dan komprehensif.

KBBI merupakan kamus utama bahasa Indonesia yang dikelola secara resmi dan terus diperbarui secara berkala. Dengan pendekatan preskriptif-deskriptif yang saling melengkapi, KBBI tidak hanya menetapkan standar bahasa, tetapi juga merekam bahasa Indonesia sebagai bahasa yang hidup, tumbuh, dan berkembang bersama penuturnya.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)