LANGIT7.ID-Jakarta; Honda dan Mitsubishi sama-sama mengawali tahun 2025 dengan program diskon besar-besaran. Honda CR-V hybrid NIK 2023 mendapat potongan harga tertinggi mencapai Rp 100 juta, sementara Mitsubishi memberikan diskon hingga Rp 60 juta untuk model Xforce.
Program diskon Honda terbesar ada pada model CR-V 2.0 RS E HEV E-CVT NIK 2023, di mana harga normalnya Rp 825,8 juta kini turun menjadi Rp 725,8 juta. Sementara untuk model HR-V NIK 2024, Honda memberikan diskon Rp 20 juta baik untuk tipe RS CVT yang turun dari Rp 392,1 juta menjadi Rp 372,1 juta, maupun tipe E CVT dari Rp 412,9 juta menjadi Rp 392,9 juta.
Di kubu Mitsubishi, diskon terbesar diberikan untuk model Xforce mencapai Rp 60 juta, khususnya untuk tipe Ultimate DS (two tone) yang dibanderol Rp 426 juta. Besarnya diskon ini dipengaruhi oleh tingginya volume produksi yang mengakibatkan stok melimpah di dealer.
Model lain Mitsubishi seperti Xpander dan Xpander Cross mendapat diskon Rp 20-25 juta per unit, jauh lebih tinggi dari diskon normal yang biasanya hanya Rp 5 juta. Xpander dijual dengan harga mulai Rp 265 juta untuk tipe GLS MT hingga Rp 327 juta untuk Ultimate CVT, sedangkan Xpander Cross tersedia dalam dua varian yakni MT seharga Rp 330 juta dan CVT Plus Rp 356 juta.
Jika dibandingkan, Honda memberikan diskon lebih besar untuk kendaraan NIK 2023 seperti pada CR-V hybrid. Namun untuk NIK 2024, Mitsubishi justru lebih agresif dengan diskon Rp 60 juta untuk Xforce, sementara Honda HR-V NIK 2024 hanya mendapat potongan Rp 20 juta.
Program diskon kedua merek ini menunjukkan strategi yang berbeda dalam menghadapi pasar awal tahun 2025. Honda fokus memberikan diskon besar untuk menghabiskan stok NIK 2023, sementara Mitsubishi lebih agresif dalam memberikan potongan harga untuk produk dengan NIK yang lebih baru.
Meski berbeda strategi, kedua merek sama-sama memberikan keuntungan bagi konsumen yang berencana membeli mobil baru di awal tahun 2025. Besarnya nilai diskon yang ditawarkan membuat harga mobil menjadi lebih kompetitif dan terjangkau.
Fenomena diskon besar-besaran ini juga menggambarkan dinamika pasar otomotif Indonesia yang semakin kompetitif. Para produsen mobil berlomba memberikan penawaran terbaik untuk menarik minat konsumen di tengah persaingan yang semakin ketat.
(lam)