LANGIT7-Malang,- - Festival Ilmiah Santri (FIS) diadakan Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang di Kampus STAIMA Al-Hikam Malang, Jawa Timur, Sabtu-Ahad (8-9/2/2025).
Festival ini diharapkan menjadi ajang untuk berbagi ide, gagasan, serta bertukar pikiran dengan berbagai kalangan, seperti santri, siswa, mahasiswa, peneliti, ilmuwan, dosen, dan praktisi di berbagai bidang.
Kegiatan ini memasuki tahun kedua, sebagai upaya mendorong pertukaran gagasan dan solusi atas permasalahan yang ada, kegiatan ini menyasar tema-tema besar, seperti pendidikan, agama, ekonomi, dan agrokompleks.
Menurut Panitia SC Festival Ilmiah Santri, Febri Taufiqurrahman, festival ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi para santri, khususnya yang berstatus mahasiswa, untuk mendiskusikan berbagai masalah dan menawarkan rekomendasi solusi yang nantinya akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah.
Festival ini menghadirkan lima agenda utama, antara lain Business Plan Competition.
Agenda yang mengusung tema Green Business: Strategi Santri dalam Membangun Usaha Ramah Lingkungan adalah ajang lomba untuk santri pesantren Al-Hikam Malang yang bertujuan untuk mengembangkan ide bisnis dan kewirausahaan.
Lalu ada Essay National Competition, yakni Lomba esai tingkat perguruan tinggi dan SMA se-Indonesia dengan peserta yang berasal dari berbagai daerah.
Adapun tema yang diangkat yakni “Peran Generasi Muda dalam Mengintegrasikan Nilai Keislaman dan Kemajuan Teknologi untuk mewujudkan Indonesia yang Berdaya Saing”.
“Ada sekitar 150 peserta yang mengikuti ini, kemudian diseleksi menjadi 5 finalis,” ujarnya.
Kemudian ada Pameran Ilmiah, yang memamerkan karya-karya ilmiah santri, termasuk penelitian dan karya seni. Selanjutnya, Al Hikam Talk, yakni sesi diskusi yang menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, seperti Dosen Filsafat Universitas Islam Negeri Fahruddin Faiz, Pengasuh Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya Nur Cita Qomariyah, serta Wakil Gubernur Terpilih Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Terakhir, Coaching Expert Class yakni kelas pelatihan dengan mengundang para ahli untuk memberikan pengetahuan kepada peserta dari berbagai kalangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pesantren Al Hikam Malang bisa terus berkontribusi dalam mencetak santri yang tidak hanya berkompeten dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi tantangan zaman.
“Diharapkan menjadi wadah bagi para santri untuk bertukar gagasan dna juga berdiskusi mencari solusi atas permasalahan yang ada dari berbagai bidang,” ungkapnya.
(ori)