Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Indonesia Tertinggal dalam Ekosistem Riset, Pendanaan Riset Hanya 0,25% dari PDB

tim langit 7 Jum'at, 14 Februari 2025 - 14:06 WIB
Indonesia Tertinggal dalam Ekosistem Riset, Pendanaan Riset Hanya 0,25% dari PDB
LANGIT7.ID-Jakarta; Berdasarkan data Global Innovation Index tahun 2021, Indonesia belum mampu menembus 100 besar peringkat negara inovatif dunia. Kondisi ini sangat kontras dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang telah berhasil masuk dalam jajaran 50 besar.

Salah satu faktor utama yang menghambat perkembangan riset di Indonesia adalah minimnya pendanaan. Pada tahun 2020, Indonesia hanya mengalokasikan 0,25% dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk pendanaan riset. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia (0,95%), Thailand (0,40%), Filipina (0,32%), dan Singapura yang memimpin dengan 1,89% dari PDB.

"Pengembangan ekosistem riset bagi Indonesia merupakan suatu keharusan mengingat ekosistem tersebut dapat menghasilkan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman, mendorong perkembangan teknologi, serta meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia secara global," ungkap Usman Manor, Analis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada Asisten Deputi Riset, Teknologi, dan Kemitraan Industri Kemenko PMK, dikutip dari situs resmi kemenkopmk, Jumat (14/2/2025).

Permasalahan lain yang dihadapi adalah rendahnya minat masyarakat untuk berkarir di bidang riset. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2021, jumlah SDM yang berkarir di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi hanya sekitar 317.180 orang, atau kurang dari 1% dari total penduduk Indonesia. Selain itu, terjadi fenomena paradoks di mana publikasi riset terus meningkat namun tingkat sitasinya justru menurun, mengindikasikan belum optimalnya kualitas riset yang dihasilkan.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN). Regulasi ini mengatur pengembangan ekosistem riset secara bertahap, mulai dari peletakan fondasi hingga puncak kapitalisasi riset.

Pengembangan ekosistem riset yang efektif membutuhkan keterlibatan dan sinergi dari berbagai elemen, termasuk institusi riset, industri, pemerintah, masyarakat, infrastruktur, dan jaringan kemitraan. Institusi riset berperan sebagai penghasil ilmu pengetahuan, sementara industri berfungsi sebagai kolaborator riset terapan dan pengembang teknologi. Pemerintah bertindak sebagai fasilitator dan penyedia regulasi, sedangkan masyarakat berperan sebagai pengguna hasil riset dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mewujudkan ekosistem riset yang berkelanjutan, setidaknya diperlukan empat langkah strategis. Pertama, perluasan talent pool dan mekanisme akuisisi SDM riset melalui pembangunan kerangka regulasi dan pengembangan basis data. Kedua, penguatan intervensi dan fasilitasi SDM riset melalui program pengembangan dan kolaborasi. Ketiga, peningkatan ketersediaan sarana prasarana manajemen SDM riset. Keempat, peningkatan sinergi pendanaan dan kelembagaan melalui kolaborasi multipihak dan perluasan sumber pendanaan dari lembaga non-pemerintah.

Upaya pengembangan ekosistem riset ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang menempatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai modal dan investasi pembangunan nasional. Pengembangan ekosistem riset yang berkelanjutan tidak hanya akan mendorong implementasi DBMTN yang sukses, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian visi Indonesia Emas 2045 dan memastikan hasil riset memberikan dampak positif bagi masyarakat.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)