LANGIT7.ID-Jakarta; Rendahnya upah dan terbatasnya kesempatan kerja di Indonesia menjadi pendorong utama viralnya tagar #KaburAjaDulu di platform media sosial X. Berdasarkan analisis Drone Emprit, mayoritas netizen yang menggunakan tagar tersebut aktif mencari informasi lowongan kerja di luar negeri dengan tawaran gaji yang lebih menjanjikan.
"Mereka fokus mencari informasi lowongan kerja dan tips persiapan berangkat ke luar negeri," ungkap Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi dalam cuitannya yang dipantau Senin (17/2/2025). Data menunjukkan negara-negara tujuan favorit pencari kerja adalah Jepang, Malaysia, dan Qatar.
Tren pencarian lowongan kerja luar negeri ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi dalam negeri, khususnya masalah pengangguran dan rendahnya tingkat upah. Para netizen secara aktif membagikan pengalaman dan tips sukses mendapatkan pekerjaan di luar negeri.
Baca juga: Viral #KaburAjaDulu, Menaker: Kerja di Luar Negeri untuk Tingkatkan Skill, Bukan PelarianDrone Emprit mencatat, diskusi tentang peluang ekonomi di luar negeri ini mulai terdeteksi sejak 8 Januari 2025, namun baru viral setelah diangkat kembali pada 14 Januari dan 6 Februari 2025. Topik yang paling sering dibahas adalah perbandingan gaji, kondisi kerja yang lebih baik, dan kesempatan pengembangan karir yang lebih luas.
Berdasarkan pantauan media sosial, banyak pengguna tagar #KaburAjaDulu membagikan informasi detail tentang proses melamar kerja di luar negeri. Mulai dari cara membuat CV yang menarik, tips wawancara kerja dengan perusahaan asing, hingga persiapan dokumen yang diperlukan untuk bekerja di negara tujuan.
Ismail menambahkan, tren ini juga memunculkan komunitas-komunitas online yang saling berbagi informasi tentang lowongan kerja di berbagai negara. "Mereka tidak hanya berbagi info lowongan, tapi juga pengalaman hidup dan adaptasi di negara tujuan," jelasnya.
Fenomena ini semakin menguat seiring dengan maraknya testimoni dari pekerja Indonesia yang telah berhasil mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Mereka membagikan cerita sukses tentang peningkatan kualitas hidup, mulai dari gaji yang lebih tinggi hingga jaminan kesejahteraan yang lebih baik.
Para pengguna tagar ini juga aktif membandingkan sistem kerja di Indonesia dengan negara tujuan. Beberapa aspek yang sering dibahas termasuk jam kerja yang lebih teratur, penghargaan terhadap work-life balance, dan kesempatan pengembangan karir yang lebih terbuka.
Meski demikian, Ismail menekankan bahwa tidak semua diskusi dalam tagar #KaburAjaDulu berujung pada keputusan aktual untuk pindah ke luar negeri. "Sebagian netizen hanya mencari informasi atau berbagi pengalaman, belum tentu semuanya benar-benar akan pindah," tutupnya.
(lam)