LANGIT7.ID-, Jakarta - - Tanda pagar
#KaburAjaDulu beberapa hari ke belakang tengah viral di media sosial X. Kehebohan ini dipicu krisis
kepercayaan publik pada penyelenggara negara.
Sejumlah tokoh ikut angkat suara terkait fenomena ini, salah satunya mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Mahfud MD.
Melalui akun X pribadinya, @mohmahfudmd, memberi respons yang cukup mengejutkan.
Baca juga: Gaji Tinggi dan Peluang Kerja Jadi Alasan Utama Tagar #KaburAjaDulu Viral di Media SosialEks Ketua Mahkamah Konstitusi ini menyoroti ketidakadilan dan lemahnya perlindungan
hak asasi manusia dapat melunturkan rasa cinta pada bangsa.
"Rasa cinta tanah air bisa luntur bila di negara sendiri tumbuh kesewenang-wenangan, ketidakadilan, dan lemahnya perlindungan HAM. Kalau hal itu yang terjadi, bisa muncul pikiran bahwa di negara sendiri hidup tak aman dan tak nyaman, enak di negara orang. Menyeruak Lah tagar, 'Kabur Aja Dulu'," tulis Mahfud, dikutip Rabu (19/2/2025).
Tanggapan itu kemudian mendapat beragam reaksi dari warganet, seperti akun @dulkamdiii yang menantang Mahfud untuk ikutan kabur dari Indonesia.
"Pak Profesor nggak kabur aja dulu? Ngapain di Konoha? Presiden-nya menjijikan!! lebih parah dari 2 periode sebelumnya," tanya akun tersebut.
Mahfud kemudian memberikan respons yang tak terduga bahwa ia merasa hidup dan nyaman di Indonesia. Cuitannya terkait tagar #KaburAjaDulu hanya penjelasan tentang fenomena yang tengah hangat saat ini.
Baca juga: Viral #KaburAjaDulu, Menaker: Kerja di Luar Negeri untuk Tingkatkan Skill, Bukan Pelarian"Jujur, kalau saya pribadi merasa hidup aman dan nyaman. Saya hanya menjelaskan teori tentang menyeruaknya tagar 'Kabur Aja Dulu' yang merefleksikan sikap ketidaknyamanan warga masyarakat karena kesewenang-wenangan dan ketidakadilan, sehingga pada gilirannya menggerus nasionalisme warga masyarakat," balasnya.
Sebagai media informasi dan analisis Drone Emprit sempat membagikan hasil analisisnya terkait tagar #KaburAjaDulu.
Berdasarkan analisis Drone Emprit, mayoritas netizen yang menggunakan tagar tersebut aktif mencari informasi lowongan kerja di luar negeri dengan tawaran gaji yang lebih menjanjikan.
Tren pencarian lowongan kerja luar negeri ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi dalam negeri, khususnya masalah pengangguran dan rendahnya tingkat upah.
Para netizen secara aktif membagikan pengalaman dan tips sukses mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Para pengguna tagar ini juga aktif membandingkan sistem kerja di Indonesia dengan negara tujuan.
Baca juga: Prof Mahfud Besanan Dengan Tuan Guru Bajang (TGB)Beberapa aspek yang sering dibahas termasuk jam kerja yang lebih teratur, penghargaan terhadap work-life balance, dan kesempatan pengembangan karir yang lebih terbuka.
(est)