Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tagar #KaburAjaDulu Bukan Mental Santri, Prof Nadirsyah Hosen: Santri Cari Mabrur

tim langit 7 Kamis, 20 Februari 2025 - 13:46 WIB
Tagar #KaburAjaDulu Bukan Mental Santri, Prof Nadirsyah Hosen: Santri Cari Mabrur
Prof Nadirsyah Hosen.
LANGIT7-surabaya,- - Tagar (#)kaburajadulu sedang ramai di media sosial. Tagar itu dipastikan bukan buatan santri, karena santri tidak akan pernah kabur, justru mencari mabrur.

Prof KH Nadirsyah Hosen, dosen dari Melbourne University, Australia, menyampaikan hal tersebut saat saat hadir di Haul Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo.

Nadirsyah mengatakan, tagar ini bukti adanua rasa kecewa dan pesimisme orang-orang akan penghidupan di negeri sendiri.

“Dan santri diajarkan untuk tidak pesimis. Jelas tagar itu bukan buatan santri karena santri tidak pernah pesimis. Orang pesimis itu kalah di negerinya sendiri, bagaimana bisa mereka menang di negeri orang?,” jelasnya.

Baca juga:Mahfud MD Ikutan Nimbrung di Kehebohan Tagar #KaburAjaDulu

Nadirsyah menambahkan, tidak ada yang melarang untuk berkiprah di negeri orang, termasuk para santri. Karena sudah banyak santri yang berkontribusi di luar negeri seperti Jerman, Korea, Jepang, Australia, Ametika dan negera lain.

“Tapi kalau santri mau ke luar negeri, harus luruskan nawaitu (niat)-nya. Nawaitunya bukan karena kalah di negerinya tapi karena ingin menaklukkan negeri orang,” tandasnya.

Karena itu kata Nadirsyah, santri tidak boleh mencetuskan kalimat #KaburAjaDulu. Karena itu adalah sifat menyerah sebelum bertarung. Santri harus menggunakan fikir dan dzikirnya.

“Kalau kata Abah Ali (Agus Ali Mashuri) Kokoh Spritual, Mapan Intelektual,” tandasnya.

Prof Nadirsyah jangan berpikir hidup di luar negeri itu gampang. Karena mencari makan halal itu susah, tidak semua negara ada masjid, istigosah juga tidak semudah di Indonesia.

“Tapi itu semua tantangan kita kalau mau hidup di luar negeri. Luruskan niat kalau mau ke luar negeri. Tebarkan dan sebarkan Islam yang Rahmatan Lil Alamiin,” jelasnya.

Prof Nadirsyah memuji sistem kurikulum di Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat. Di mana di sekolah itu ada kunjungan siswa dan guru ke beberapa negara. Salah satunya ke Melbourne, Australia. “

Ternyata berkunjungnya ke sekolah kristen terbesar di sana. Ini membuktikan bahwa santri di sini tidak boleh minder. Santri Progresif harus berotak Jerman, berhati Makkah,” tuturnya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)