LANGIT7-surabaya,- - Tagar (#)kaburajadulu sedang ramai di media sosial. Tagar itu dipastikan bukan buatan santri, karena santri tidak akan pernah kabur, justru mencari mabrur.
Prof KH Nadirsyah Hosen, dosen dari Melbourne University, Australia, menyampaikan hal tersebut saat saat hadir di Haul Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo.
Nadirsyah mengatakan, tagar ini bukti adanua rasa kecewa dan pesimisme orang-orang akan penghidupan di negeri sendiri.
“Dan santri diajarkan untuk tidak pesimis. Jelas tagar itu bukan buatan santri karena santri tidak pernah pesimis. Orang pesimis itu kalah di negerinya sendiri, bagaimana bisa mereka menang di negeri orang?,” jelasnya.
Baca juga:
Mahfud MD Ikutan Nimbrung di Kehebohan Tagar #KaburAjaDulu Nadirsyah menambahkan, tidak ada yang melarang untuk berkiprah di negeri orang, termasuk para santri. Karena sudah banyak santri yang berkontribusi di luar negeri seperti Jerman, Korea, Jepang, Australia, Ametika dan negera lain.
“Tapi kalau santri mau ke luar negeri, harus luruskan nawaitu (niat)-nya. Nawaitunya bukan karena kalah di negerinya tapi karena ingin menaklukkan negeri orang,” tandasnya.
Karena itu kata Nadirsyah, santri tidak boleh mencetuskan kalimat #KaburAjaDulu. Karena itu adalah sifat menyerah sebelum bertarung. Santri harus menggunakan fikir dan dzikirnya.
“Kalau kata Abah Ali (Agus Ali Mashuri) Kokoh Spritual, Mapan Intelektual,” tandasnya.
Prof Nadirsyah jangan berpikir hidup di luar negeri itu gampang. Karena mencari makan halal itu susah, tidak semua negara ada masjid, istigosah juga tidak semudah di Indonesia.
“Tapi itu semua tantangan kita kalau mau hidup di luar negeri. Luruskan niat kalau mau ke luar negeri. Tebarkan dan sebarkan Islam yang Rahmatan Lil Alamiin,” jelasnya.
Prof Nadirsyah memuji sistem kurikulum di Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat. Di mana di sekolah itu ada kunjungan siswa dan guru ke beberapa negara. Salah satunya ke Melbourne, Australia. “
Ternyata berkunjungnya ke sekolah kristen terbesar di sana. Ini membuktikan bahwa santri di sini tidak boleh minder. Santri Progresif harus berotak Jerman, berhati Makkah,” tuturnya.
(ori)