LANGIT7.ID-Jakarta; Teka-teki kedatangan Cristiano Ronaldo ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih belum terjawab. Mega bintang sepak bola yang kini membela klub Al Nassr ini dijadwalkan mengunjungi provinsi tersebut untuk kegiatan sosial pada Selasa (18/2/2025), namun hingga kini belum menampakkan batang hidungnya.
Yayasan Graha Kasih Indonesia, selaku penyelenggara kunjungan, melalui perwakilannya Urbanus Mahoklori mengonfirmasi adanya penundaan jadwal. "Kedatangan tertunda karena aktivitas di Liga Arab Saudi. Saat ini Ronaldo sudah berada di Los Angeles bersama rombongannya," jelasnya usai menghadiri rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT.
Pihak bandara setempat mengungkapkan belum menerima notifikasi kedatangan jet pribadi sang pemain. "Belum ada informasi registrasi pesawat. Prosedur mengharuskan adanya security clearance dari Mabes TNI dan persyaratan lainnya," ungkap Aidhil Philip Julian, General Manager Bandara El Tari Kupang.
Baca juga: Yayasan Graha Kasih Indonesia Kukuh Cristiano Ronaldo Kunjungi KupangSenada dengan pihak bandara, Kapolda NTT Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi. "Kami di Polda NTT siap, tapi hingga saat ini belum ada surat pemberitahuan resmi," tuturnya.
Menurut informasi terbaru, Ronaldo beserta sepuluh anggota timnya dijadwalkan tiba di Jakarta pada Rabu (19/2). Perjalanan dari Los Angeles ke Indonesia diperkirakan memakan waktu 23-36 jam. "Jika kondisi memungkinkan dan tidak terlalu lelah, rombongan akan langsung menuju Kupang," tambah Urbanus.
Baca juga: Kemenkeu Tegas Bantah Agenda Makan Malam Sri Mulyani-Ronaldo, Ini FaktanyaPelaksana Harian Gubernur NTT, Rita Wuisan, telah mengambil langkah antisipasi dengan menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda NTT. "Kami terus berkoordinasi dengan Pemkot Kupang dan Kabupaten Kupang untuk memastikan lokasi kunjungan," tegasnya.
Kunjungan peraih lima gelar Ballon d'Or ini rencananya akan difokuskan pada kegiatan sosial di berbagai lokasi di Kupang. Kedatangan Ronaldo merupakan hasil undangan Dr Susi Marya Kapitana, pemimpin Yayasan Graha Kasih Indonesia.
(lam)