LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Muslim Fashion Festival atau disingkat Muffest+ pada tahun ke-10 penyelenggaraannya kembali mengusung konsep sustainable atau berkelanjutan, seperti tahun-tahun sebelumnya. Bedanya, kini lebih menyeluruh termasuk area
event.
Lisa Fitria dari Indonesia Fashion Chamber (IFC), selaku penggagas Muffest+ mengatakan, hal berbeda terkait konsep berkelanjutan di Muffest tahun ini yaitu tidak hanya pada apa yang dijual di exhibition maupun yang ditampilkan pada
fashion show.
"Sustainable tidak hanya apa yang dijual tapi juga
ambient (lingkungan, red) pada event ini," ungkap Lisa dalam konferensi pers Muffest+ di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Baca juga: Muffest+ 2025 Usung Tema Connecting In Style, Wujud Apresiasi 10 Tahun BerkiprahMeski begitu suasana event tetap dibuat semenarik mungkin dengan konsep desain yang menggabungkan unsur industrialis dan minimalis.
"Misal, tidak lagi pakai karpet di tiap booth, jadi tampak lebih natural. Kita coba kombinasikan sustainable-nya, jadi tidak hanya content fashion tapi juga
ambient-nya. Tapi tetap tidak mengurangi atmosfer," tutur pemilik brand Lisa Fitria, LF Fuchsia Label, dan Racespot itu.
Muffest merupakan festival fesyen muslim terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Indonesia Fashion Chamber sejak tahun 2015, dan diselenggarakan setiap tahun.
Baca juga: Chiki Fawzi Luncurkan Nglethis Series, Terinspirasi Almarhumah Ibu yang Suka Ngemil Tahun ini Muffest terlaksana mulai 20 Februari hingga 23 Februari 2025 di Jakarta Convention Center, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta.
Terdapat 120 jenama fashion yang berpartisipasi di sana. Lisa mengatakan, Muffest adalah wadah terbuka untuk siapa saja yang bergerak di bisnis fesyen.
"Di sini Muffest ingin menjadi jembatan dari yang pertama belajar dan yang sudah besar, agar bisa berbagai dengan teman-teman lainnya," imbuhnya.
Harapannya, Muffest tidak hanya mendatangkan pengunjung tapi juga mendatangkan investor. Tidak hanya fashion show, dalam angkain acara Muffest juga terdapat bazar, exhibition dan talkshow. "Jadi sama-sama belajar, di sini sarana pembelajaran bersama di dunia fashion muslim," tutut Lisa.
(lsi)