LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan bibit siklon tropis 99s yang masih bertahan di wilayah Samudra Hindia, tepatnya di selatan Jawa Tengah, Minggu (23/2/2025). Fenomena ini bergerak ke arah barat hingga barat daya dengan membawa potensi bahaya bagi aktivitas maritim.
Dampak signifikan dari sistem siklon ini adalah peningkatan kecepatan angin yang mencapai lebih dari 25 knot di perairan Selatan Jawa. Kondisi tersebut diperparah dengan terbentuknya daerah konvergensi yang memanjang di sepanjang wilayah terdampak.
Berdasarkan pantauan BMKG, fenomena ini turut mempengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Yogyakarta diprediksi akan mengalami hujan lebat, sementara wilayah lain seperti Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya berpotensi mengalami hujan ringan.
Kehadiran bibit siklon tropis 99s juga berkontribusi pada peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah terdampak. Kondisi ini perlu diwaspadai terutama oleh para nelayan dan pelaku aktivitas maritim di perairan Selatan Jawa.
BMKG mencatat peningkatan kecepatan angin juga terpantau di beberapa wilayah lain seperti Samudra Pasifik, Timur Filipina, Laut Sulawesi, dan Laut Cina Selatan yang mencapai lebih dari 25 knot. Selain itu, daerah konvergensi atau pertemuan angin terpantau di sejumlah wilayah seperti Pesisir Barat Sumatera Barat, Laut Jawa, dan Nusa Tenggara Timur.
Di wilayah Sumatera, dampak kondisi cuaca ini menyebabkan Bengkulu, Lampung, dan Pangkal Pinang berpotensi mengalami hujan disertai petir. Sementara Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Jambi, dan Tanjung Pinang diprediksi akan mengalami hujan ringan, dan Palembang diperkirakan akan mengalami hujan sedang.
Kondisi serupa juga terpantau di wilayah Kalimantan, di mana Tanjung Selor, Samarinda, dan Palangkaraya diprediksi akan mengalami hujan disertai petir, sedangkan Pontianak dan Banjarmasin akan mengalami hujan ringan. Sementara di Sulawesi, Makassar, Palu, Gorontalo, Kendari, dan Manado akan mengalami hujan ringan, dengan Mamuju dan Kendari berpotensi hujan disertai petir.
Untuk wilayah Indonesia bagian timur, BMKG memprediksi Jayapura akan berkabut, Sorong dan Manokwari berawan tebal, Ternate dan Ambon akan mengalami hujan ringan, sementara Nabire, Marauke, dan Jayawijaya berpotensi mengalami hujan disertai petir. Di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, Mataram dan Denpasar diprediksi akan mengalami hujan ringan, sedangkan Kupang akan mengalami hujan sedang.
BMKG juga melaporkan terpantaunya daerah konvergensi di sejumlah wilayah meliputi Selat Karimata, Riau, Sumatera Selatan, seluruh wilayah Kalimantan (Barat, Timur, Tengah, dan Selatan), Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Filipina, Sulawesi Tenggara, Pulau Taliabu, Pulau Buru, Maluku Utara, Pulau Seram, Laut Banda, Laut Arafuru, Pesisir Utara Papua, hingga Papua Tengah.
Sirkulasi siklonik juga terpantau di perairan barat Aceh yang membentuk daerah perlambatan angin atau konvergensi memanjang. Kondisi ini berpotensi meningkatkan curah hujan di wilayah tersebut dan sekitarnya.
Menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini, BMKG menghimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini yang diperbarui setiap 3 jam melalui aplikasi Info BMKG yang tersedia di Play Store dan App Store. Masyarakat juga dapat mengakses website Info BMKG dan media sosial Instagram Info BMKG untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik.
(lam)