LANGIT7.ID-Jakarta; Beban finansial orangtua siswa di Kabupaten Bandung kembali menjadi sorotan Pemerintah Jawa Barat. Kali ini, biaya wisuda tingkat TK dan SD serta kegiatan study tour yang dinilai memberatkan kantong warga menjadi fokus evaluasi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan banyaknya keluhan terkait pembiayaan kegiatan-kegiatan non-edukatif tersebut. Ia menyoroti bagaimana wisuda TK dan SD, serta study tour jarak jauh yang membutuhkan biaya tinggi, telah menjadi beban tambahan bagi orangtua siswa.
"Ada keluhan soal wisuda TK dan SD ini. Semua kegiatan yang tidak ada relevansinya dengan pendidikan harus dihapus. Bagaimana Pak Bupati, berani mengambil langkah ini?" ungkap Dedi saat berbincang dengan Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam acara retreat di Magelang diposting melalui Instagram pribadinya, dikutip Minggu (23/2/2025).
Merespons kondisi ini, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah tegas. "Siap, berani," tegasnya ketika diminta Dedi untuk menghapus kegiatan-kegiatan berbiaya tinggi tersebut.
Persoalan study tour juga tak luput dari perhatian Gubernur Jawa Barat. Menurutnya, banyak usulan untuk menghapuskan kegiatan study tour tingkat TK hingga SMP yang lokasinya jauh dan membutuhkan biaya besar.
Meski demikian, karena kewenangan pengelolaan pendidikan TK hingga SMP berada di tingkat kabupaten dan kota, Dedi Mulyadi meminta para bupati dan wali kota untuk mengambil tindakan penghapusan kegiatan tersebut.
Dadang Supriatna selaku Bupati Bandung menyambut baik ajakan tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk menghapus kegiatan study tour yang selama ini dirasa memberatkan para orangtua siswa.
Dengan respons positif ini, diharapkan beban finansial orangtua siswa di Kabupaten Bandung dapat berkurang, sehingga fokus pendidikan dapat lebih diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran di dalam kelas.
(lam)