LANGIT7.ID-Jakarta; Menyantap makanan atau minuman manis saat buka ouasa memang terasa nikmat sekali. Seolah dahaga hilang semua dan rasa lapar dan haus terbayarkan.
Namun kebiasaan ini harus dikurangi karena tidak bagus untuk kesehatan. Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Cabang Banten menekankan pentingnya membatasi konsumsi makanan manis saat berbuka bersama (bukber) teman.
"Kebiasaan dan makanan yang perlu dihindari saat berbuka puasa bersama teman-teman itu makanan manis, makanan yang berlemak dan tinggi kalori. Itu sebaiknya dibatasi saat berbuka puasa," kata Ketua PDGKI Cabang Banten dr. Dian Permatasari, MGizi, SpGK.
Meski ajaran Islam menganjurkan untuk berbuka dengan makanan yang manis, umat muslim tetap harus memilih makanan manis yang sehat. Hal tersebut dilakukan agar kesehatan khususnya sistem pencernaan tetap terjaga dengan baik.
Dia mencontohkan ketika berbuka puasa dengan meminum teh, asupan gula yang dianjurkan untuk dikonsumsi hanya 1 sampai 2 sendok saja. Jika ingin lebih aman, masyarakat dapat berbuka dengan air kelapa atau kelapa tanpa gula, sirup atau susu kental manis.
Takjil yang dipilih pun bisa berupa potongan buah-buahan, 1 atau 3 butir kurma dan langsung dilanjutkan dengan makan besar.
"Jadi kalau bisa takjil-takjil seperti kolak, gorengan, kemudian lontong, atau makanan manis lainnya itu sebaiknya dibatasi, kita langsung ubah saja ke makan malam," ucap Dian.
Apabila ketika tarawih masih merasa lapar, porsi potongan buah boleh ditambah atau memilih sayur dan yogurt sebagai opsi lain.(*)
(lam)