LANGIT7.ID, Jakarta,- - Pemerintah, melalui
Kementerian Koordinator Perekonomian, menggandeng Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meluncurkan program diskon besar-besaran,
Belanja di Indonesia Aja (Bina) Diskon 2025. Program ini menargetkan
transaksi sebesar Rp36,3 triliun.
Baca juga: Diskon Mobil Awal 2025: Honda vs Mitsubishi, Siapa Lebih Besar?Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan program ini diikuti oleh 80.000 gerai ritel di 402 pusat perbelanjaan.
"Hari ini launching gerakan Belanja di Indonesia Aja (Bina), ini sampai dengan tanggal 30 Maret 2025. Berlaku 17 hari, diikuti 80.000 gerai ritel di 402 pusat perbelanjaan baik itu pusat perbelanjaan, stasiun, dan bandara. Targetnya (transaksi) Rp 36,3 triliun," kata Airlangga dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (15/3/2025).
Program BINA akan mendukung program belanja nasional pada setiap triwulan di tahun 2025, yakni BINA Lebaran pada kwartal pertama.
Kemudian pada 14-30 Maret 2025, BINA Back to School, BINA Merdeka 17 Agustus pada Q3, dan BINA Discount End of Year pada Q4.
Baca juga: Sampai Kapan Diskon 50 Persen Listrik PLN Berlangsung? Simak Baik-baik Penjelasannya"Diskonnya sampai 70 persen. Nah ini diharapkan ini bisa mendorong masyarakat untuk terus belanja," kata Menko Airlangga.
Program BINA sendiri diinisiasi tidak hanya untuk meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga untuk mempromosikan produk lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Selanjutnya, Airlangga juga menegaskan bahwa Indonesia menawarkan petualangan berbelanja dan petualangan kuliner yang tidak kalah dengan negara lain.
Baca juga: Banjir Promo dan Diskon Kuliner, Cukup Tunjukkan Jari Bertinta di Libur Pilkada Serentak 2024"Mal ini harus disiapkan juga untuk brand lokal dan posisinya jangan di pojok, jangan di atas, atau jangan di bawah. Di main route-nya, di distrik utamanya. Karena memang yang kita sudah lihat yang nama lokal, nama tokonya lokal, tetapi yang untuk barang lokalnya belum masuk main route," pungkas Airlangga.
(est)