LANGIT7.ID-Indian Wells; Petenis peringkat 3 dunia, Carlos Alcaraz yang gagal merebut tiket final BNP Paribas Open karena tidak sanggup menandingi perlawanan petenis peringkat 1 Inggris, Jack Draper akhirnya bikin alasan kenapa ia bisa kalah dalam duel bergengsi itu.
Alcaraz mengaku kekalahannya itu karena merasa gugup dan ada kekhawatiran terhadap permainan besar Jack Draper. Ini, kata Alcaraz yang menjadi penyebab kekalahannya dalam semifinal BNP Paribas Open, Sabtu lalu. Pemain asal Spanyol itu kalah dalam tiga set melawan petenis kiri asal Inggris tersebut.
Alcaraz, yang merupakan unggulan kedua di BNP Paribas Open, sedang mengejar gelar ketiga berturut-turut di ajang ATP Masters 1000 pertama tahun ini di Indian Wells. Namun, rentetan kemenangan 16 pertandingannya di gurun pasir itu harus terhenti meskipun sempat memimpin dengan mengambil set kedua tanpa kehilangan satu game pun.
Mantan pemain peringkat satu dunia dan juara empat kali Grand Slam ini mengaku merasa tidak nyaman sejak awal pertandingan dan tidak pernah benar-benar menemukan ritme terbaiknya dalam kekalahan 6-1, 0-6, 6-4 tersebut.
"Saya selalu mengatakan bahwa saya harus fokus pada diri sendiri, pada permainan saya sendiri," kata Alcaraz. "Tapi hari ini, saya lebih khawatir dengan level permainan Draper daripada permainan saya sendiri... Jadi, ketika Anda lebih memikirkan lawan daripada diri sendiri, itu adalah masalah besar."
![Alcaraz Bikin Pengakuan: Saya Gugup Lawan Jack Draper, Pikiran Terus Terganggu Karena Draper Pemain Hebat]()
"Itulah yang terjadi hari ini. Sejak pagi, sejak bangun tidur, saya sudah memikirkan permainannya karena dia sangat tangguh, solid, dan pertandingan ini akan sangat menguras tenaga."
Alcaraz terlihat berbicara panjang dengan pelatihnya, Juan Carlos Ferrero, sebelum pertandingan. Ketika ditanya tentang pembicaraan tersebut, Alcaraz menjelaskan, "Hari ini adalah hari yang sulit bagi saya. Saya tidak berlatih dengan baik. Saya tidak merasa nyaman di lapangan."
"Bahkan saat pemanasan di lapangan, saya banyak melakukan kesalahan. Saya tidak merasakan pukulan saya. Itulah mengapa saya berbicara dengan Juan Carlos di sepeda, karena saya sedikit kesal dengan diri sendiri tentang cara saya melakukan pemanasan."
"Saya tidak memulai pertandingan dengan cara terbaik yang bisa saya lakukan. Jadi, saya gugup sepanjang hari, bahkan saat latihan sebelum pertandingan."
Meskipun kecewa karena gagal menyamai rekor Novak Djokovic dan Roger Federer sebagai juara tiga kali berturut-turut di Indian Wells, Alcaraz mengatakan bahwa kekalahan ini akan menjadi pelajaran dan motivasi untuk bangkit di Miami Open yang akan dimulai Rabu depan.
Alcaraz kehilangan set pertama dari Draper hanya dalam 23 menit, melakukan 13 kesalahan tidak terpaksa dan hanya mencetak 38% servis pertama, menurut Infosys ATP Stats. Dia menggambarkan set pertama itu sebagai "Mungkin salah satu set terburuk yang pernah saya mainkan dalam karier saya."
"Kekalahan ini menyakitkan. Saya tidak ingin kalah dalam pertandingan apa pun, tapi saya rasa kekalahan ini lebih spesial bagi saya."
"Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melupakan kekalahan ini? Tidak terlalu lama. Karena saya menganggap diri saya sebagai orang yang belajar dari kegagalan, dari kekalahan. Terakhir kali saya kalah di sini di semifinal, saya menang di Miami. Jadi, saya pikir saya akan berusaha untuk itu. Saya akan belajar dari pertandingan ini dan akan memberikan yang terbaik di Miami."
Alcaraz, yang memenangkan gelar ke-17 di Rotterdam bulan lalu, kini memiliki rekor 15-3 musim ini. Dia berada di peringkat ketiga dalam PIF ATP Rankings. Dengan kekalahan ini, rekor head-to-headnya melawan Draper menjadi 3-2. Alcaraz memuji penampilan Draper, yang berusia 23 tahun dan pernah mundur setelah dua set melawan Alcaraz di Australian Open Januari lalu.
"Saya ingat di Januari ketika saya melawannya di Australia, dia harus mundur. Saat itu saya bilang, 'Kamu akan berada di posisi yang pantas kamu dapatkan'."
"Dan dia pantas berada di 10 besar. Dia pantas bermain di final Masters 1000. Saya senang untuknya karena saya tidak pernah meragukan level permainannya. Dia siap bertahan di sana untuk waktu yang lama. Dia siap bermain di ajang besar, di turnamen besar."(*/saf/atptour)
(lam)