LANGIT7.ID - Cara terbaik mengurangi volume sampah adalah memilih tidak membuang sampah ke tempat pembuangan akhir. Mungkinkah?
Sangat mungkin, yakni dengan mengelola sampah salah satunya menjadi kompos. Ini adalah pupuk yang dibuat dengan mendaur ulang sampah makanan atau sampah organik lainnya, seperti kulit buah-buahan, hingga kertas.
Sampah tersebut mengalami proses penguraian parsial/tidak lengkap yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi bermacam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap.
Dibanding dengan pupuk kimiawi, kompos dari bahan alami mempunyai lebih banyak keunggulan selain lebih bernutrisi juga aman dan mampu meningkatkan kualitas tanaman. Prinsipnya segala sampah sisa makanan kita akan kembali bermanfaat untuk sesuatu yang akan kita makan kelak.
Alasan utama yang membuat orang masih enggan membuat kompos adalah meluangkan waktu dan tak mau repot berurusan dengan sampah. Padahal bila dipelajari seksama, membuat kompos sendiri di rumah tidak terlalu sulit seperti yang dibayangkan.
Hal utama yang perlu dipersiapkan hanya
Jenis sampah yang tepat supaya komposnya terproses dengan sempurna.
Berikut alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat kompos di rumah dikutip dari Waste 4 Change:
Alat dan bahan
1. media pengomposan: composting bag, ember, atau drum
2. alat pengaduk
3. sarung tangan dan masker
4. sampah coklat (cacahan kayu, tanah, dan dedaunan kering)
5. sampah hijau (cacahan sampah dapur)
6. Aktivator atau konsentrat mikroba
Membuat Kompos
Sebelum masuk pada tahapan, perlu diketahui pengomposan secara garis besar terbagi dua yakni aerob atau melibatkan oksigen dan anaerob yang tidak melibatkan oksigen. Untuk kali ini artikel membahas pembuatan kompos versi aerob yang lebih mudah bagi pemula sekalipun.
1. Menyusun urutan lapisan
Setelah memilah jenis sampah organik coklat dan sampah hijau, selanjutnya adalah menyusun urutan lapisan dalam kompos. Lapisan pertama adahal sampah coklat disusul sampah hijau di lapisan kedua.
Jangan lupa untuk mencacah atau memotong kecil-kecil sampah hijau yang
akan dikompos agar sirkulasi udara terjaga. Cara ini juga bisa mempercepat proses penguraian.
2. Semprotkan Bioaktivator
Bioaktivator adalak konsentrat mikroba yang akan membantu percepat proses pengomposan. Ini diperlukan terutama jika dalam kompos yang Anda buat lebih banyak sampah coklat.
Penggunaannya adalah dengan cara menyemprotkan cairan setelah metekkan lapisan sampah hijau. Perhatikan untuk tidak terlalu banyak karena akan membuat kompos Anda jadi terlalu basah dan akan menimbulkan bau. Kemudian ulang kembali lapisan urutan pertama hingga kedua sampai composting bag penuh.
Bioaktivator bisa diperoleh di toko yang menjual paket mengompos.
3. Cek kompos berkala
Setelah media pengomposan penuh, wadah bisa ditutup dan didiamkan selama 20-30 hari.
4. Mengaduk lapisan
Mengaduk komposter sangat penting untuk menjaga sirkulasi udara agar tetap terjaga dengan baik di dalam wadah. Pengadukan ini dilakukan agar kompos tidak bau dan mempercepat proses penguraian. Aduk kompos minimal 1 kali seminggu.
Dengan mulai mengompos di rumah, kita bisa berkontribusi kecil menjaga lingkungan, mengurasi produksi gas metana yang dihasilkan dari sampah kita yang tertumpuk bersama sampah campuran lainnya di gunung sampah di tempat pembuangan akhir (TPA)
(arp)