Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 10 Juni 2026
home masjid detail berita

Kisah Nabi Nuh: Menjadi Bapak Kedua dan Membangun Kampung untuk 80 Orang Beriman

miftah yusufpati Sabtu, 22 Maret 2025 - 05:00 WIB
Kisah Nabi Nuh: Menjadi Bapak Kedua dan Membangun Kampung untuk 80 Orang Beriman
Awal terjadinya banjir besar adalah pada bulan Rajab dan akhirnya pada akhir bulan Dzulhijjah. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Bahtera Nabi Nuh AS berlabuh di gunung Judi, sebuah gunung yang dekat dengan Maushil (sebuah kota di Irak yang suka disebut Hadaba). Setelah 40 hari, tanah yang tadinya merupakan genangan air, mengering dan di sana tumbuh berbagai jenis rerumputan.

قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهْبِطْ بِسَلَٰمٍ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٍ مِّمَّن مَّعَكَ ۚ وَأُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Difirmankan: "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami". (QS Huud : 48).

Kemudian Allah menyuruh Nabi Nuh agar melepaskan burung, binatang liar, binatang melata, dan serangga yang ada bersamanya.

Atas perintah tersebut, Nabi Nuh melepaskan mereka semua. Semuanya berpencar untuk menempati tempat-tempat seperti sediakala.

Lalu Allah menampakkan siang, malam, matahari, bulan, dan bintang seperti sediakala. Setelah itu, Dia menurunkan hujan rahmat dan menampungkan air banjir besar dari bumi dan menjadikannya asin lagi pahit.

Sejarawan Mesir yang paling penting pada zamannya, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas (1448-1522) dalam buku yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menceritakan dengan semua ini, Nabi Nuh merasa gembira dan mendapatkan kabar menggembirakan mendapatkan keridaan dari Allah.

Baca juga: Kisah Nabi Nuh: Ketika Bahteranya Terdampar di Bukit Judi pada Bulan Asyura

Nabi Nuh Keluar dari Bahtera

Diriwayatkan, ketika Nabi Nuh keluar dari bahtera, dia melihat di mana-mana bumi memutih sehingga dia merasa kaget. Jibril datang kepadanya dan berkata, “Wahai Nuh, tahukah apa warna putih yang engkau lihat itu?”

Nuh balik bertanya, “Apa itu?”

Jibril menjawab, “Itu adalah tulang-belulang umat-umatmu.”

Kemudian Nabi Nuh AS mendengar kebisingan yang sangat mencekam. Jibril berkata kepada Nuh, “Tahukah engkau, kebisingan apa yang kau dengar itu?”

Nuh balik bertanya, “Apa itu?”

Jibril menjawab, “Itu adalah suara-suara rantai yang dipakai menggiring kaummu ke dalam neraka.”

Itulah firman Allah: Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka (QS Nuh : 25).

Ketika Nabi Nuh AS keluar dari bahtera bersama 80 puluh orang yang beriman, dia membangun sebuah kampung untuk mereka yang kemudian diberi nama “Tsamanin” (Delapan Puluh).

Itulah kampung yang pertama kali dibangun di muka bumi setelah terjadinya Banjir Besar.

Setelah mereka menetap di kampung tersebut, Allah mematikan mereka semua. Tidak ada seorang pun yang tersisa kecuali Nabi Nuh beserta ketiga anaknya, Sam, Ham, Yafits, berikut istri-istri mereka. Ketika itu, mereka berjumlah 7 orang.

Itulah firman Allah: Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan. (QS Ash-Shaaffaat : 77).

Baca juga: Kisah Nabi Nuh: Gambaran Dahsyatnya Banjir dan Nasib Bait al-Ma’mur

Semua Manusia Berasal dari Nabi Nuh

Jadi, semua manusia berasal dari Nabi Nuh as. Dia adalah bapak manusia kedua.

Wahab bin Munabbih mengatakan bahwa awal terjadinya banjir besar adalah pada bulan Rajab dan akhirnya pada akhir bulan Dzulhijjah.

Abu Ma’syar mengatakan bahwa antara terjadinya banjir besar di masa Nabi Nuh dengan taubatnya Adam adalah 2240 tahun. Dan antara Banjir Besar dengan hijrahnya kenabian adalah 3774 tahun.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 10 Juni 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:17
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)