LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi kota El-Arish di Mesir pada hari Selasa, yang menjadi titik transit utama bantuan untuk Gaza. Dalam kunjungannya, Macron menyerukan agar Israel segera mencabut blokade yang menghambat pengiriman bantuan ke wilayah Palestina yang dilanda perang.
Didampingi Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Macron meninjau sebuah rumah sakit di kota pelabuhan tersebut, yang berjarak sekitar 50 kilometer dari Jalur Gaza. Di sana, ia bertemu dengan tenaga medis serta pasien Palestina yang sakit dan terluka akibat konflik, yang telah dievakuasi dari Gaza.
Baca juga: Microsoft Pecat Dua Karyawan Gara-Gara Protes Soal Proyek AI dengan Militer IsraelDengan membawa setangkai bunga mawar merah, Presiden Prancis itu mengunjungi beberapa ruangan perawatan, termasuk area bermain anak-anak yang dirawat akibat luka-luka perang.
Kantor Kepresidenan Prancis menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel agar membuka kembali jalur perbatasan demi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Israel menghentikan aliran bantuan ke Gaza sejak awal Maret, di tengah kebuntuan terkait kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Pada akhir bulan yang sama, Israel kembali melakukan serangan udara secara intensif di seluruh wilayah Gaza dan melanjutkan operasi darat.
Dokter UGD, Mahmud Mohammad Elshaer, mengatakan bahwa rumah sakit tersebut telah merawat sekitar 1.200 pasien Palestina sejak perang Gaza meletus pada Oktober 2023.
"Kadang kami menerima 100 pasien dalam sehari, kadang 50," kata Elshaer, seraya menjelaskan bahwa banyak di antara mereka mengalami amputasi anggota tubuh serta cedera mata atau otak akibat serangan.
Di Kairo, Macron, al-Sisi, dan Raja Yordania Abdullah II menyerukan “kembalinya gencatan senjata secepatnya.” Ketiganya bertemu pada hari Senin untuk membahas upaya kemanusiaan dan kondisi perang yang menimpa 2,4 juta warga Gaza. Sebagian besar dari mereka telah mengungsi lebih dari satu kali selama konflik berlangsung.
Dalam pernyataan bersama pada hari Senin, para pimpinan badan PBB menyampaikan bahwa banyak warga Gaza kini “terjebak, dibom, dan kelaparan kembali, sementara di perbatasan, makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan perlengkapan darurat menumpuk, dan peralatan penting terhenti di luar wilayah yang diblokade.”
(lam)