LANGIT7.ID-Kaltim; Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bikin gebrakan baru. Penerintahan propinsi yang termasuk kaya ini resmi meluncurkan program pengiriman 930 penjaga rumah ibadah dari berbagai agama untuk menunaikan ibadah atau ziarah suci secara gratis. Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas'ud, bersama Wakil Gubernur H. R. Seno Aji, menegaskan program ini sebagai bentuk keadilan bagi para pelayan umat beragama yang selama ini bekerja tanpa pamrih.
Gubernur H. Rudy Mas'ud menyatakan:
"Marbot, penjaga gereja, pura, dan vihara adalah pahlawan yang layak dapat perhatian. Mereka setia menjaga rumah ibadah, kini saatnya negara hadir untuk mereka," ujarnya.
Hal yang sama ditegaskan Wakil Gubernur H. R. Seno Aji. Ia menegaskan,"Program ini bukti komitmen kami untuk menjaga harmoni dan kesejahteraan seluruh umat beragama di Kaltim."
Rincian Kuota per AgamaProgram ini dialokasikan secara proporsional berdasarkan data rumah ibadah terdaftar di Kaltim:
1. Islam: 850 marbot/masjid (91.4%)
2. Kristen/Katolik: 50 penjaga gereja (5.4%)
3. Hindu: 20 penjaga pura (2.1%)
4. Buddha: 10 penjaga vihara (1.1%)
Syarat dan Fasilitas
-Untuk Muslim:
- Haji/umrah gratis (termasuk akomodasi dan visa).
- Prioritas bagi marbot berusia di atas 50 tahun.
Untuk Non-Muslim:
- Ziarah ke situs suci sesuai agama (misal: Vatikan untuk Katolik, Kuil Kashi Vishwanath untuk Hindu).
- Biaya transportasi dan akomodasi ditanggung pemprov.
Syarat Umum:
- Pengabdian minimal 5 tahun di rumah ibadah yang sama.
Surat rekomendasi dari pemuka agama dan kelurahan.
- Tidak pernah menerima bantuan serupa sebelumnya.
Anggaran dan Timeline
APBD Kaltim 2025 (Rp150 miliar).
Pendaftaran: 1 Juni – 30 September 2025.
Keberangkatan: Dijadwalkan bertahap mulai 2026.
Respons Masyarakat
Ustaz Farid (Marbot Masjid Raya Samarinda):
"Program ini seperti mimpi. Selama 20 tahun jadi marbot, baru kali ini ada perhatian konkret."
Maria (Penjaga Gereja St. Maria Balikpapan):
"Saya ingin ziarah ke Gua Maria Lourdes. Terima kasih Pemprov Kaltim!" (*/saf/pemprovkaltim)
(lam)