LANGIT7.ID-, Jakarta - - Institusi
pendidikan vokasi di seluruh Indonesia diupayakan terus bergerak maju, dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bersaing di pasar kerja nasional maupun global.
Di tengah transformasi dunia kerja yang kian cepat dan dinamis,
pendidikan vokasi dituntut tidak hanya adaptif tetapi juga proaktif dalam merespons kebutuhan industri.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Khairul Munadi, saat melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Padang (PNP), Jumat (11/4) lalu.
“Segala peralatan dan fasilitas yang tersedia di kampus harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang pembelajaran yang aplikatif. Dunia kerja menuntut lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu langsung praktik di lapangan,” ujar Khairul Munadi.
Baca juga: Sinergi Pendidikan Vokasi Siapkan SDM Kompeten Berdaya Saing GlobalPada kunjungan tersebut Khairul Munadi juga meninjau sejumlah fasilitas unggulan yang dimiliki PNP, seperti bengkel mesin dan simulator alat berat, yang menjadi sarana utama dalam praktik pembelajaran mahasiswa. Fasilitas ini dinilai sebagai indikator penting bahwa PNP serius dalam mempersiapkan lulusan yang benar-benar siap kerja dan tidak gagap menghadapi teknologi industri terkini.
Pada kesempatan yang sama Direktur Politeknik Negeri Padang (PNP) Surfa Yondri menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga kualitas dan relevansi program pendidikan.
“Kami berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki soft skills dan keunggulan kompetitif di bidangnya masing-masing. Semua ini tidak lepas dari kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dunia industri,” ujarnya.
Saat ini PNP mengelola 37 program studi yang terdiri dari tiga program magister terapan (S2), enam belas program sarjana terapan (D4), tujuh belas program diploma tiga (D3), dan satu program diploma dua (D2).
Dengan luas kampus mencapai 86.982 m², PNP menjadi salah satu pusat pendidikan vokasi terbesar dan paling representatif di kawasan barat Indonesia.
Selain itu, melalui skema Badan Layanan Umum (BLU), PNP memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran, yang digunakan untuk mendukung pengembangan fasilitas akademik, penyediaan laboratorium berstandar industri, serta peningkatan kesejahteraan dosen dan mahasiswa. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi tidak kalah bergengsi dengan pendidikan akademik, bahkan menjadi tulang punggung bagi pengembangan sektor industri nasional.
(lsi)