LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan upaya mendorong persiapan Pekerja Migran Indonesia dari
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam bentuk Bantuan Pemerintah Penguatan Persiapan Program Magang Luar Negeri Tahun 2024 kepada 113 SMK. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan peserta didik dalam menghadapi tantangan di dunia kerja global.
Penempatan pekerja migran Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif setidaknya sampai pertengahan tahun 2024. Ini menandakan besarnya minat masyarakat Indonesia untuk bekerja ke luar negeri.
Pertumbuhan positif tersebut turut didorong oleh permintaan tenaga kerja dari luar negeri cukup tinggi yaitu mencapai 1,7 juta permintaan tenaga kerja. Namun, saat ini Indonesia baru mampu memenuhi sekira 297 ribu.
Baca juga: Tadarus dan Kajian Keislaman Cara SMK Walang Jaya Kuatkan Spiritualitas SiswaBerdasarkan data per Februari 2024, jumlah lulusan yang telah dan akan berangkat ke luar negeri pada tahun ini mencapai 913 orang. Sementara itu, estimasi keberangkatan pada tahun 2025 diperkirakan paling banyak terjadi pada periode Juni hingga Agustus, dengan jumlah peserta sebanyak 368 lulusan.
Bidang keahlian yang diminati oleh peserta meliputi caregiver (kesehatan), kemaritiman, perhotelan, dan manufaktur. Negara tujuan utama adalah Jepang, Korea Selatan, dan Jerman.
Sementara menurut data Penempatan Pekerja Migran Indonesia tahun 2021-2023, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI) mencatat, pada tahun 2022 penempatan pekerja migran Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya yakni 176%, tepatnya menjadi 200.802 penempatan, atau bertambah sebanyak 128.178 penempatan.
Kemudian, di tahun 2023, jumlahnya meningkat sebanyak 37% atau menjadi 274.965 penempatan (bertambah sebanyak 73.893).
Pertumbuhan positif dan peluang permintaan tenaga kerja ini ditangkap sebagai peluang strategis oleh Kemendikdasmen untuk meningkatkan kolaborasi antara sektor pendidikan dan sektor ketenagakerjaan.
Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal
Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama (PKS) dan kesepahaman bersama dengan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI)/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Jakarta pada Senin (24/3).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen)
Abdul Mu'ti, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, serta memperkuat keterhubungan antara ekosistem pendidikan, dunia industri, dan dunia kerja, termasuk sebagai bentuk dukungan kita bersama terhadap sektor tenaga kerja migran.
“Melalui kerja sama ini, kita ingin memastikan bahwa lulusan pendidikan vokasi memiliki kompetensi profesional yang sesuai dengan kebutuhan dunia global,” kata Menteri Mu’ti.
Menteri Mu'ti mengungkapkan, kerja sama yang dilakukan tersebut dapat menjadi proyek rintisan bersama, di mana Kemendikdasmen menyiapkan SDM yang kompeten dan profesional, Kemenaker melaksanakan proyek rintisan pengembangan kompetensi dan sertifikasi, semantara itu Kementerian PPMI dapat memfasilitasi penempatan lulusan vokasi yang ingin bekerja di luar negeri.
(lsi)