LANGIT7.ID-, -
Universitas Diponegoro (Undip), Semarang menyelenggarakan
Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)
Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) secara serentak bersama seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia pada mulai 23 April hingga 3 Mei 2025. Tahun ini jumlah pendaftar yang memilih pusat UTBK Undip mencapai 26.653 peserta.
UTBK kali ini dilaksanakan dalam satu gelombang dan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia.
"Jumlah pendaftar yang memilih pusat UTBK
Undip mencapai 26.653 peserta. Untuk mendukung pelaksanaan ujian, UNDIP telah menyiapkan lebih dari 1.400 unit komputer serta ruang ujian ber-AC yang nyaman, tersebar di berbagai gedung di Kampus Tembalang dan Pleburan," kata Wakil Ketua Pengembangan Pendidikan dari Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP) Universitas Diponegoro, Paramita Prananingtyas, melalui keterangan resminya, dikutip Kamis (24/4/2025).
Baca juga: Cerita Peserta UTBK Unesa dari NTT: Bawa Harapan, Rela Tinggalkan Kampung HalamanLokasi pelaksanaan UTBK di Undip bertempat di Fakultas dan Sekolah, yakni Fakultas Hukum; Fakultas Ekonomika dan Bisnis; Fakultas Teknik; Fakultas Kedokteran; Fakultas Ilmu Budaya; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; Fakultas Sains dan Matematika; Fakultas Kesehatan Masyarakat; Fakultas Peternakan dan Pertanian; Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan; Fakultas Psikologi; Sekolah Vokasi; Sekolah Pascasarjana; dan di Gedung ICT Center. Peserta akan mengikuti serangkaian tes, termasuk Tes Potensi Skolastik (TPS) serta Tes Literasi dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika.
Diantara puluhan ribu jumlah peserta UTBK tersebut, terdapat empat peserta
disabilitas yang terdiri dari peserta dengan kondisi
tuna netra,
tuna daksa, dan
tuna rungu.
Untuk hal tersebut, Undip memastikan bahwa seluruh peserta penyandang disabilitas akan memperoleh fasilitas dan layanan yang disesuaikan secara individual. Mulai dari akses menuju ruang ujian, ruang khusus dengan pengaturan teknis tertentu, hingga pendampingan yang diberikan oleh pengawas terlatih.
"Komitmen kami adalah menghadirkan pengalaman ujian yang adil dan setara bagi semua peserta, tanpa kecuali. UTBK di Undip bukan hanya tentang kompetisi akademik, tetapi juga tentang menciptakan ruang seleksi yang manusiawi dan bermartabat," jelas Prof Mita.
Antusiasme tinggi juga terlihat pada program studi yang paling banyak diminati oleh peserta tahun ini. Program Studi Sarjana Hukum dan Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan menjadi dua pilihan terfavorit, dengan masing-masing tercatat diminati oleh 4.204 dan 4.477 pendaftar.
Baca juga: Diikuti 20.615 Peserta UTBK, UGM Siapkan Waktu & Tempat Ujian Khusus untuk Penyandang DisabilitasSaat ini Universitas Diponegoro memiliki 57 program studi sarjana dan 11 program sarjana terapan yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman dan minat calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2025 di Undip diharapkan tidak hanya berjalan lancar secara teknis, tetapi juga menjadi contoh penyelenggaraan seleksi nasional yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kualitas pelayanan pendidikan tinggi.
(lsi)