Siswa SMA, SMK dan sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN) sudah bisa melakukan registrasi akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), baik untuk jalur SNBP maupun jalur SNBT.
Peluncuran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026 dilakukan lebih awal, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu Selasa (16/9) lalu. Pihak panitia mengatakan, ada alasan tersendiri mengapa hal itu dipercepat.
SNPMB 2026 resmi diluncurkan. Ada kebijakan yang tetap sama seperti tahun sebelumnya, namun ada pula yang berubah. Dalam rangkaian penyelenggaraannya, pemerintah telah menetapkan jadwal mulai dari pengumuman kuota sekolah, registrasi hingga pengumuman hasil.
Pada tahun ini informasi peluncuran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026 disampaikan lebih awal. Hal ini berkaitan kebijakan baru dalam ketentuan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) telah membuka jalur mandiri bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan study di jenjang universitas. Namun tidak semua PTN menawarkan uang pangkal gratis. Salah satu yang menawarkan hal tersebut adalah Universitas Indonesia.
Kasus kecurangan selama pelaksanaan UTBK SNBT masih terus diusut pihak berwajib. Kali ini polisi meringkus komplotan tersangka joki yang beraksi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru, Kota Bandung.
Sebanyak enam tersangka sindikat joki pada ujian tertulis berbasis komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 di Universitas Hasanudin (Unhas) telah diringkus polisi. Mirisnya, salah satu tersangka tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Unhas dan juara Olimpiade Matematika.
Maraknya temuan penggunaan joki pada pelaksanaan UTBK SNBT membuat panitia SNPMB beserta kepolisian terus melakukan pengusutan. Terbaru, polisi menangkap enam orang tersangka sindikat joki di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Pelaksanaan UTBK SNBT secara umum telah berakhir. Meski ada perguruan tinggi negeri (PTN) yang mendapat tambahan waktu. Peserta yang sudah mengikuti ujian, tinggal menunggu hasilnya yang menjadi tiket untuk bisa masuk ke PTN impian.
Panitia SNPMB terus berupaya menjaga integritas UTBK. Para pelaku kecurangan yang ketahuan segera ditindaklanjuti, diantaranya dengan menginterogasi mereka hingga berujung pada penggerebekan sebuah hotel demi mencari pelaku kecurangan UTBK.
Pelaku kecurangan pada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 bakal dikenai sanksi sebagai efek jera. Salah satunya, tidak bisa mengikuti semua jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Kecurangan yang dilakukan peserta selama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 berlangsung, paling banyak terjadi pada pilihan prodi fakultas kedokteran.