Pelaksanaan UTBK SNBT secara umum telah berakhir. Meski ada perguruan tinggi negeri (PTN) yang mendapat tambahan waktu. Peserta yang sudah mengikuti ujian, tinggal menunggu hasilnya yang menjadi tiket untuk bisa masuk ke PTN impian.
Panitia SNPMB terus berupaya menjaga integritas UTBK. Para pelaku kecurangan yang ketahuan segera ditindaklanjuti, diantaranya dengan menginterogasi mereka hingga berujung pada penggerebekan sebuah hotel demi mencari pelaku kecurangan UTBK.
Pelaku kecurangan pada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 bakal dikenai sanksi sebagai efek jera. Salah satunya, tidak bisa mengikuti semua jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Kecurangan yang dilakukan peserta selama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 berlangsung, paling banyak terjadi pada pilihan prodi fakultas kedokteran.
Sejak hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025, panitia SNPMB menemukan berbagai modus kecurangan yang dilakukan peserta.
UTBK SNBT menjadi sorotan lantaran marak isu telah terjadi kecurangan selama pelaksanaannya. Ombudsman RI dalam hal ini menyampaikan akan melakukan verifikasi serta investigasi, usai menerima laporan masyarakat terkait dugaan kecurangan selama berlangsungnya UTBK-SNBT.
Sambil menanti hasil UTBK SNBT 2025, calon mahasiswa yang mencari jalur alternatif untuk bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), ada opsi lain. Opsi tersebut adalah melalui jalur mandiri dengan menggunakan nilai yang disediakan oleh 18 PTN.
Panitia SNPMB telah menemukan beberapa kecurangan yang terjadi sejak hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025. Lantas mungkinkah pelaku kecurangan bakal dikenai sanksi pidana?
Berdasarkan temuan panitia SNPMB, terdapat beberapa kecurangan yang terjadi sejak hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025.
Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dimulai secara serentak pada 23 April hingga 5 Mei 2025. Memasuki hari ke-3 penyelenggaraannya, muncul dugaan kecurangan terjadi bahkan sejak hari pertama UTBK berlangsung.
Sebanyak 20.615 peserta mengikuti UTBK SNBT di Universitas Gadjah Mada (UGM), yang berlangsung pada 23 April hingga 2 Mei 2025. Pihak UGM sediakan waktu dan tempat ujian khusus untuk peserta penyandang disabilitas.
Undip menyelenggarakan UTBK SNBT secara serentak bersama seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia pada mulai 23 April hingga 3 Mei 2025. Tahun ini jumlah pendaftar yang memilih pusat UTBK Undip mencapai 26.653 peserta.