LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kecurangan yang dilakukan peserta selama
Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)
Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 berlangsung, paling banyak terjadi pada pilihan prodi fakultas kedokteran.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum
Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB)
Eduart Wolok, saat Konferensi Pers SNPMB: Kecurangan yang Terjadi Selama Pelaksanaan UTBK 2025 Sesi 1 hingga Sesi 12, Selasa (29/4/2025).
"Yang bermasalah mayoritas pilihan prodi adalah Fakultas Kedokteran. Kita dapatkan informasi mereka membayar sejumlah uang tertentu untuk operasional dan akan menambah bayar apabila lulus. Kalau tidak lulus yang operasional tadi hangus," jelas Eduart.
Baca juga: Modus Kecurangan Pada UTBK 2025; Sewa Joki, Kamera di Behel & Ciput Hijab, Hingga Kacamata KhususPada kesempatan yang sama Eduart juga memaparkan temuan kecurangan yang terjadi selama UTBK berlangsung, khususnya soal joki ujian.
Dari total 13 Pusat UTBK terdapat 50 peserta yang terlibat kecurangan, dan sebanyak 10 orang joki di antaranya. Berikut temuan modus kecurangan oleh panitia
SNPMB:
1. Jaringan perjokian lintas propinsi.
2. Salah satu LBB di Yogyajarta memobilisasi peserta.
3. Orang dalam di Lokasi Pusat UTBK.
4. Lokasi kecurangan terjadi pada Pusat UTBK yang lain propinsi atau pulau dari asal SMA Peserta dan pilihannya juga di propinsi atau pulau lainnya lagi.
5 Mayoritas pilihan prodi adalah Fakultas Kedokteran.
Melihat realita ini, Eduart mengimbau kepada peserta UTBK maupun orangtua peserta untuk tidak menempuh hal-hal curang seperti itu.
Baca juga: Dugaan Kecurangan UTBK Heboh di Medsos, Dari Soal Bocor Hingga Kamera Tersembunyi di Behel"Kami ingin konsentrasi memberi soal yang baik, memberikan proses seleksi yang baik bukan menghadapi proses kecurangan seperti ini. Kalau ada proses kecurangan ini berarti ada pasarnya. Andai peserta dan orangtua tidak melakukan ini, maka tidak ada kecurangan," tegasnya.
Eduart menambahkan, disinyalir ada keterlibatan jaringan yang memanfaatkan UTBK untuk kepentingan bisnis tertentu. "Ini disinyalir, ini dugaan, bukan bagian kami memutuskan itu. Tiap pusat UTBK ada aparat untuk menindaklanjuti dugaan ini jadi hal ini akan ditindaklanjuti dan dilihat, kemudian diputuskan berikutnya."
(lsi)