LANGIT7.ID-Madrid; Alexander Zverev, pemain peringkat dua dunia, datang ke Mutua Madrid Open dengan modal kemenangan yang meningkatkan kepercayaan diri di Munich.
Namun pada Selasa, unggulan teratas asal Jerman itu ditumbangkan petenis Argentina, Francisco Cerundolo sekaligus memperlebar keunggulan head-to-head menjadi 3-0 dengan kemenangan 7-5, 6-3 di Manolo Santana Stadium.
Petenis Argentina itu kini mengantongi rekor 23-9 di tahun 2025, setelah sebelumnya mencapai perempat final di level Masters 1000 di Indian Wells dan Miami. Dengan mengalahkan Zverev, Cerundolo telah menyamai total kemenangannya atas pemain Top 10 tahun lalu, yakni empat kali. Yang menarik, kemenangan pertamanya atas pemain Top 10 tahun lalu juga diraih atas Zverev di babak yang sama di Madrid.
"Sebelumnya saya sudah bilang dalam bahasa Spanyol, saya melihat bahwa babak ini terbuka lebar. Bukan hanya di sini, tapi di setiap turnamen," ungkap Cerundolo dalam konferensi pers.
"Setiap babak sangat sulit, setiap pertandingan seperti perang, dan Anda harus bermain tenis yang bagus untuk mengalahkan siapa pun."
Di perempat final, ia akan berhadapan dengan juara Miami Open, Jakub Mensik. Petenis Ceko itu sebelumnya menjadi remaja kelima yang lolos ke perempat final di Madrid setelah mengalahkan Alexander Bublik dengan mudah, 6-3, 6-2.
Sementara Zverev bersiap ke Roma untuk mempertahankan gelarnya di Internazionali BNL d'Italia, beberapa bulan terakhir ini bisa dibilang sebagai kesempatan emas yang terlewat untuk menduduki puncak peringkat. Saat saingannya, Jannik Sinner—yang mengalahkannya di final Australian Open Januari lalu—terpaksa absen karena hukuman suspensi tiga bulan terkait kesepakatan kasus dengan WADA dan baru akan kembali pekan depan, Zverev hanya mencatatkan rekor 13-7 dalam enam turnamen. Lima di antaranya diraih di BMW Open pekan lalu.
Meski begitu, Zverev merasa ada perbedaan kunci dalam kekalahan terbarunya dibanding sebelumnya. Kali ini, lawannya memang lebih baik.
"Saya tidak merasa bermain buruk. Sebelum Munich, ketika saya kalah, itu karena kesalahan saya sendiri. Saya kalah karena bermain buruk, banyak miss, dan mungkin kurang berani. Tapi hari ini tidak bisa saya katakan seperti itu," jelas Zverev kepada pers. "Mungkin saya bermain buruk di satu game saat skor 6-5 di set pertama, tapi itu hanya satu game dalam satu pertandingan, hal seperti ini bisa terjadi."
"Secara keseluruhan, saya merasa permainan saya semakin membaik, dan tidak ada yang terlalu salah dengan permainan saya. Hanya saja hari ini lawan saya lebih baik, dan ini hal yang wajar dalam olahraga."
Dari tujuh turnamen tanah liat yang dijadwalkan musim ini di level ATP 500 atau lebih tinggi, empat turnamen pertama sudah dipastikan memiliki juara yang berbeda. Juara Monte Carlo, Carlos Alcaraz, mundur sebelum pertandingan pertamanya di Madrid karena cedera adduktor, sementara juara Barcelona, Holger Rune, memutuskan mundur saat tertinggal satu set dari Flavio Cobolli.(*/saf/tennis)
(lam)