LANGIT7.ID, Jakarta - Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kini memiliki gawe rutin bertajuk "Ngopi Jumat" untuk mempromosikan kopi lokal.
Acara digulirkan seiring penurunan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah tersebut menjadi level 2.
Bupati Temanggung M Al Khadziq mengatakan daerahnya merupakan penghasil kopi terbaik. Ia memandang promosi perlu terus dilakukan agar kopi Temanggung kian digemari masyarakat.
Selama pandemi Covid-19, promosi-promosi kopi lewat kegiatan-kegiatan off-air tertunda karena tidak boleh ada pertemuan
"Kebetulan kini Temanggung sudah masuk ke level 2, maka mulai lagi promosi kopi Temanggung, antara lain membuat acara ngopi bareng, ngopi sambil diskusi, ngopi sore, dan lainnya," kata Khadziq di Temanggung, pekan lalu.
Kegiatan tersebut dikemas dengan tajuk "Ngopi Sore Temanggungan".
Khadziq menuturkan, kegiatan ngopi bareng yang dimulai dari Pemkab Temanggung ini diharapkan nantinya juga dilaksanakan oleh berbagai instansi, kantor, dan perusahaan.
Syaratnya, kopinya harus kopi Temanggung dan dibeli dari masyarakat setempat.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Temanggung Rahmat Fauzi menyarankan agar bupati mengeluarkan instruksi agar setiap warung wajib menjual kopi asli Temanggung.
Khadziq pun mengatakan akan menindaklanjuti masukan tersebut.
"Kami akan tindak lanjuti segera dengan membuat surat edaran kepada seluruh rumah makan, warung, kafe, dan seluruh outlet yang menjual makanan dan minuman dengan surat edaran agar mereka menyediakan kopi asli Temanggung di tempat usahanya," katanya.
Desa Tlahab, Posong merupakan salah satu daerah penghasil kopi di Kabupaten Temanggung. Kopi arabika yang ditanam di lereng Gunung Sindoro itu terkenal memiliki cita rasa khas.
Berbeda dengan jenis lain, kopi produksi Desa Tlahab menyisipkan rasa tembakau. Rasa itu didapat karena di sela-sela tanaman kopi ada tanaman tembakau.
(arp)