LANGIT7.ID-, Jakarta - - Nama Ibrahim Sjarief Assegaf mungkin tidak sepopuler istrinya,
Najwa Shihab namun begitu ia adalah sosok yang begitu penting dalam dunia hukum Indonesia. Selain seorang pengacara ternama, Ibrahim juga menjabat sebagai direktur di perusahaan hukum online, serta pendiri firma hukum terkenal.
Ibrahim lahir di Surakarta pada tahun 1977, Ibrahim Sjarief Assegaf menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) dan melanjutkan studinya di University of Melbourne, Australia, untuk meraih gelar LLM (Master of Laws).
Baca juga: Mendiang Suami Najwa Shihab Alami Pendarahan Otak, Sebelum Meninggal
Ia juga pernah mendapatkan penghargaan IFLR 1000 Leading Lawyer in Financial & Corporate, Banking and M&A. Serta nama Ibrahim pun terdaftar sebagai Leader in His Field by Chambers Asia Pacific in Banking & Finance, sejak tahun 2016.
Dengan background pendidikan dan prestasi yang gemilang tersebut menjadikan karir Ibrahim cemerlang di dunia hukum.
Ibrahim menikah dengan jurnalis ternama, Najwa Shihab pada 1997 silam. Selama kurang lebih 28 tahun usia pernikahan mereka, keluarga ini terlihat begitu harmonis. Pada ulang tahun pernikahan ke-25, Najwa sempat mengunggah foto-foto special mereka berdua. Mulai dari foto kenangan saat pernikahan berlangsung, hingga foto terbaru mereka.
Pernikahan Ibrahim dan Najwa dikaruniai anak laki-laki bernama Izzat Assegaf, yang lahir pada 2001. Ia pun kini sudah menjelma menjadi sosok pria yang tampan dan memesona.
Melalui unggahan foto di media sosial Najwa Shihab, terlihat keluarga kecil ini begitu harmonis dan penuh kasih sayang. Meskipun kesibukan masing-masing sangat tinggi, mereka selalu menyempatkan waktu untuk keluarga.
Kebersamaan mereka menjadi contoh bagaimana menjaga keharmonisan rumah tangga di tengah kesibukan karier. Kisah cinta mereka adalah bukti bahwa cinta sejati itu ada. Mereka saling melengkapi dan menguatkan, menjadi pasangan yang inspiratif bagi banyak orang.
Tentunya kepergian Ibrahim meninggalkan luka mendalam bagi Najwa Shihab dan keluarga. Namun, ingatan tentang sosok Ibrahim yang cerdas, baik, berdedikasi, dan penuh kasih akan selalu hidup dalam hati mereka.
(lsi)