LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Bhong memiliki keindahan yang menarik. Kota kecil di Distrik Rahim Yar Khan, Pakistan memiliki rumah ibadah yang tampak seperti bangunan di negeri dongeng.
Siapa pun yang mengunjungi masjid ini akan dibuat takjub dengan kolaborasi warna, kaligrafi, rancangan geomteri yang menawan.
Di kota kecil pada Provinsi Punjab itu berdiri dengan megah sebuah Masjid Bhong atau Jamia Mosque Bhong RYK. Pesona keindahan Masjid Bhong membuat pengunjung seolah-olah sedang menjelajahi sebuah istana di negeri dongeng.
Keindahan Masjid Bhong tercipta dari tangan-tangan spesialis artsitektur dan dekorasi yang dijaring dari seluruh Pakistan dan India. Kompleks Masjid Bhong dirancang dan dibangun selama hampir 50 tahun oleh Sardar Raees Ghazi Muhammad, seorang tokoh politik dan sosial yang penting di Pakistan.
Pembangunan Masjid Bhong dimulai pada 1932 dan selesai pada tahun 1982. Raees ingin memiliki struktur yang indah pada masjid yang sedang ia bangun. Karenanya, ia mempekerjakan 200 pengrajin yang direkrut dari seluru Pakistan dan India.
Kepala tukang batunya didatangkan dari India, pelukis dan kaligrafi dari Karachi, tukang batu lokal lainnya dipekerjakan untuk pekerjaan kayu, lukisan, kaca ubin, mosaik kaca dan pekerjaan cermin.
Berbeda dari masjid yang pada umumnya mengambil nuansa suci dan tenang, Masjid Bhong justru menerapkan ‘keganjilan’ baru dalam perancangan eksterior dan interior masjid dengan keberaniannya memainkan warna.
Raees merancang desain ekterior dan interior masjid dengan beragam palet warna yang mencolok. Pewarnaan pada bagian eskterior ia siram dengan biru langit, pink, lemon kuning, oranye, hijau serta putih dan merah.
Memasuki bagian dalam, pengunjung akan dibuat kagum melihat pelangi yang warnanya meledak-ledak di seluruh ruangan, terutama ruang-ruang dengan jendela kaca patri yang dirancang dengan rumit. Setiap inci masjid didekorasi.
Ada susunan kaca yang luas dan kaligrafi eye catching menghiasi langit-langit. Sebuah pekerjaan mosaik yang sangat rumit. Marmer putih dan kayu jati juga digunakan dan diukir dengan desain yang indah.
Ada banyak karya berlapis emas yang merupakan alasan untuk kemegahannya terutama yang dilakukan di Mihrab dan fitur menakjubkan lainnya adalah bahwa ia juga menampilkan seluruh ayat Alquran yang ditulis pada satu perkamen tunggal.
Bahan lain yang telah digunakan termasuk gading, onyx, keramik, ibu mutiara, besi tempa, ubin semen berwarna, terazzo dan batu berbudaya. Dindingnya terbuat dari marmer berwarna hijau tradisional Pakistan.
Secara luas pemilihan desain Masjid Bhong mengambil elemen gaya dari arsitektur khas Lahore, Iran, Spanyol dan Turki, lalu menggabungkannya dengan elemen kolonial Barat tahun 1940-an.
(bal)