LANGIT7.ID-Jakarta; Konsultan infeksi dan penyakit tropis anak FKUI RSCM Dr.dr.Mulya Rahma Karyanti, Sp.A(K),M.Sc,PhD mengatakan penularan infeksi virus dengue dapat terjadi melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.
“Penularan infeksi virus dengue adalah melalui faktor gigitan nyamuk aedes aegypti, dan hanya betina yang bisa menularkan virus dengue ya. Karena dia yang perlu menghisap darah untuk bisa bertelur,” kata dokter Mulya dalam webinar.
Sementara nyamuk jantan, kata dia, tidak menghisap darah dan hanya menghisap tumbuh-tumbuhan, dan nyamuk betina, jika telah menggigit seorang penderita, maka secara teori masih bisa menularkan dalam radius sekitar 100-200 meter.
Berkaca pada musim pandemi, kata dia, dalam satu rumah dengan beberapa anak, bisa saja anak satu dan lainnya dapat terkena dengue. Hal ini karena sistem yang membatasi aktivitas atau pembatasan sosial.
Dia menegaskan bahwa penularan terjadi bukan lewat droplet atau lewat aerosol nyamuk atau kontak langsung dengan penderita pertama namun tetap melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.
Dia pun menyerukan kepada masyarakat untuk melakukan tindakan 3M, dengan membersihkan wadah-wadah yang bisa menampung genangan air bersih sebagai tempat nyamuk bersarang.
“Minimal satu kali seminggu saja membantu untuk melakukan 3M. Menguras, menimbun, menutup. Maksudnya kamar mandi disikat,” katanya lagi.
Dia juga meminta masyarakat untuk melakukan pengecekan pada beberapa titik rumah yang kadang tidak terlihat sehingga jarang dibersihkan misalnya dispenser air, rumah bagian bawah dan beberapa titik lainnya termasuk pot bunga, tempat minuman hewan peliharaan.(*)
(lam)