Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 01 Mei 2026
home masjid detail berita

Syukuran Sebelum dan Sesudah Berhaji Menurut Pandangan Islam

haris budiman Kamis, 12 Juni 2025 - 08:24 WIB
Syukuran Sebelum dan Sesudah Berhaji Menurut Pandangan Islam
Potret ilustrasi ibadah haji di Tanah Suci Mekah. (foto: unsplash.com/@itssamriz)
LANGIT7.ID-Budaya lokal Indonesia memang beragam. Kental dengan kekhasan masing-masing. Termasuk menggelar syukuran sebelum dan sesudah beribadah haji.

Kegiatan ini banyak dilakukan saat musim haji. Masyarakat yang menunaikan rukun Islam kelima tersebut suka mengadakan syukuran. Baik saat hendak berangkat maupun sesudahnya.

Hukum mengadakan selametan sebelum dan sesudah haji

Dikutip dari lirboyo.net, Syaikh al-Qulyubi dalam kitab Hasyiyah ‘ala Syarh Minhaj-nya, memberi penjelasan bahwa kegiatan tersebut termasuk sunah:

خاتمةٌ: يُندَبُ أنْ يَحُجَّ الرَّجُلُ بِأَهْلِهِ، وَأَنْ يَحْمِلَ هَدِيَّةً مَعَهُ-إلى أن قال- وَأَنْ يَصْنَعَ أَهْلُهُ لَهُ وَلِيمَةً تُسَمَّى النَّقِيعَةَ، وَأَنْ يَتَلَقَّوْهُ كَغَيْرِهِمْ

“Disunahkan bagi seorang laki-laki yang menunaikan haji untuk membawa serta keluarganya, serta membawa hadiah bersama dirinya.

Sunah pula agar keluarganya membuatkan jamuan untuknya, yang mempunyai nama “al-naqī‘ah”, dan hendaknya mereka menyambutnya sebagaimana orang lain menyambut tamu.” [Baca: Syaikh al-Qulyubi, Hasyiyah ‘ala Syarh Minhaj, (Beirut: Dar al-Fikr), vol. 2 hal. 190)

Sementara Imam an-Nawawi dalam kitab Syarh al-Muhadzab-nya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dalam mengadakannya boleh dari orang yang pulang dari haji maupun dari keluarga/orang lain.

يُسْتَحَبُّ النَّقِيعَةُ، وَهِيَ طَعَامٌ يُعْمَلُ لِقُدُومِ الْمُسَافِرِ، وَيُطْلَقُ عَلَى مَا يَعْمَلُهُ الْمُسَافِرُ الْقَادِمُ، وَعَلَى مَا يَعْمَلُهُ غَيْرُهُ لَهُ

“Disunnahkan mengadakan naqī‘ah, yaitu hidangan yang dibuat untuk menyambut kedatangan musafir. Kata naqī‘ah mencakup hidangan yang disiapkan oleh musafir yang datang, maupun yang disiapkan oleh orang lain untuk menyambutnya.” [Baca: Imam an-Nawawi, Syarh al-Muhadzab, (Beirut: Dar al-Fikr), vol. 4 hal. 400)

Adapun mengadakan selametan sebelum haji secara esensial sama dengan setelah haji. Karena yang menjadi acuan adalah perwujudan rasa syukur dan memberi kebaikan kepada orang lain dengan cara saling mendoakan satu sama lain.

Tambahan: Kalimat ucapan kepada orang yang sesudah haji
وَأَنْ يُقَالَ لَهُ إِنْ كَانَ حَاجًّا أَوْ مُعْتَمِرًا: تَقَبَّلَ اللهُ حَجَّكَ أَوْ عُمْرَتَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَأَخْلَفَ عَلَيْكَ نَفَقَتَكَ. وَإِنْ كَانَ غَازِيًا: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَصَرَكَ، وَأَكْرَمَكَ، وَأَعَزَّكَ.

“Jika dia seorang haji atau umrah, maka katakanlah kepadanya:

‘Semoga Allah menerima hajimu atau umrahmu, mengampuni dosamu, dan menggantikan pengeluaranmu dengan kebaikan.’”

Harus menjaga diri dari riya’

Mengadakan syukuran masuk dalam kategori sunah. Akan tetapi, ada catatan yang harus diingat yakni untuk menjaga diri dari sifat riya atau pamer.

Menurut Syaikh Muhammad al-Qadami dalam kitab Bariqah al-Mahmudiyah bahwa salah satu sarana terjadinya riya’ pada badan, dan salah satu contohnya adalah dengan menampakkan kegigihannya dalam menjalankan ibadah.

Sementara dalam mengadakan selametan sebelum dan sesudah haji akan memberikan kesan seakan-akan bilang “saya lho, sudah haji”.

Mengadakan syukuran sebelum dan sesudah haji dianggap sunah. Tapi semua harus tetap menjaga diri dari sifat riya.

(hbd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 01 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)