LANGIT7.ID-Jakarta; Harga mobil listrik di China sekarang sudah begitu murah sampai-sampai saling banting harga sendiri. Saking parahnya, pemerintah China akhirnya turun tangan. Dorongan buat meredam kekacauan harga ini makin besar, dan bahkan BYD – yang dulunya jadi salah satu pemicu utamanya – kini mengaku kalau situasi ini udah nggak bisa dibiarkan terus. Tapi apakah mereka bakal bertindak? Itu masih jadi tanda tanya.
Saat ini, banyak mobil listrik baru di China yang dijual lebih murah dari harga Nissan Versa tipe dasar di Amerika Serikat. Hal ini bikin banyak pihak khawatir. Investor mulai gelisah, dan para regulator ikut turun tangan. Awal bulan ini, pemerintah China menggelar pertemuan dengan para petinggi industri otomotif, mendesak mereka buat berhenti menjual rugi dan memotong harga secara agresif.
Dalam laporan yang beredar, pejabat pemerintah mendorong agar industri ini bisa melakukan regulasi sendiri. Regulator pasar China juga menyerukan agar persaingan yang “involusioner” — istilah yang pernah digunakan oleh Perdana Menteri Li Qiang untuk menggambarkan strategi pemasaran yang saling menjatuhkan — segera dihentikan. Intinya, pemerintah China ingin para produsen mobil bersikap lebih dewasa dan bijak dalam bersaing.
Komentar dari Pihak BYDDalam sebuah acara Bloomberg News di London, wakil presiden eksekutif BYD, Stella Li, menyatakan secara terang-terangan, “Persaingan sekarang sangat ekstrem dan berat.” Dia juga bilang, “Nggak, ini nggak bisa berlanjut terus,” dan memprediksi kalau bakal ada konsolidasi di antara produsen mobil besar China dalam waktu dekat.
Itu bukan cuma omongan kosong. Perang harga ini disebut-sebut sebagai salah satu penyebab nilai kapitalisasi pasar BYD turun sekitar 22 miliar dolar dalam beberapa minggu terakhir. Tapi kalau mereka berhasil menyingkirkan para pemain kecil, BYD bisa aja terus memperbesar pangsa pasarnya dalam beberapa tahun ke depan.
Ekspansi Tetap Jalan TerusMeski harga mobil di dalam negeri makin ditekan, ekspansi BYD ke luar negeri tetap jalan terus. Di bulan Mei lalu, penjualan BYD di Eropa bahkan mengalahkan Tesla, setelah penjualannya naik 169 persen dibanding April 2024. Sementara itu, penjualan Tesla malah anjlok 49 persen.
Bukan cuma menjual lebih banyak, BYD juga sudah siap memperkenalkan lebih banyak pilihan mesin. Pada April lalu, mereka mengumumkan rencana meluncurkan setidaknya dua model plug-in hybrid baru di Eropa tahun ini.
Jadi walaupun pasar dalam negeri sedang panas karena banting-bantingan harga, BYD tetap tancap gas buat melebarkan sayap di pasar global.
(lam)