Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Pentingnya Deteksi Dini Kendalikan Hipertensi, Katagorinya Silent Killer

fajar adhitya Jum'at, 20 Juni 2025 - 07:52 WIB
Pentingnya Deteksi Dini Kendalikan Hipertensi, Katagorinya Silent Killer
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Yayasan Jantung Indonesia (YJI) mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pengendalian hipertensi sebagai langkah awal pencegahan penyakit kardiovaskular.

"Hipertensi adalah silent killer yang sering tidak disadari. Di Indonesia, 1 dari 3 orang dewasa menderita hipertensi, namun mayoritas tidak menyadarinya. Melalui kampanye ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah sebagai langkah awal pencegahan," kata Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Annisa Pohan, dalam keterangan pers.

Kampanye nasional bertajuk "Lawan Hipertensi, Dimulai dari Deteksi Dini" mengingatkan masyarakat tentang tekanan darah tinggi yang sebelumnya sering dianggap masalah kesehatan lanjut usia, namun generasi muda di Indonesia juga rentan terhadap kondisi ini.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tensimeter sebesar 10,7 persen pada kelompok usia 18–24 tahun dan 17,4 persen pada kelompok 25–34 tahun. Fakta ini mengejutkan, mengingat hipertensi dapat menjadi silent killer tanpa gejala awal yang jelas.

Hipertensi pada kelompok usia muda disebabkan akibat gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, serta stres berkepanjangan.

Nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan peningkatan detak jantung, yang memicu tekanan darah tinggi. Sementara asupan natrium atau garam yang tinggi berkontribusi pada retensi cairan dan peningkatan tekanan darah.

Gaya hidup anak muda yang sedentari juga memperburuk risiko obesitas dan hipertensi, serta stres kronis dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik, yang berdampak pada peningkatan tekanan darah.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mengungkapkan bahwa hanya 34 persen penderita hipertensi di Indonesia yang menyadari kondisi mereka, sementara hanya 8 persen yang mengelola penyakitnya dengan baik melalui pengobatan dan gaya hidup sehat.

"Deteksi dini hipertensi sangat penting karena kondisi ini sering tanpa gejala. Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah secara diam-diam, meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal. Pemeriksaan rutin setiap bulan sangat dianjurkan, terutama bagi mereka dengan faktor risiko," ujar Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Ario Soeryo Kuntjoro, Sp.JP(K).

Yayasan Jantung Indonesia berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah, sekaligus menginspirasi perubahan gaya hidup yang lebih sehat.(*)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)