LANGIT7.ID-London; Petenis peringkat 6 dunia yang sudah nengoleksi 24 grand slam, Novak Djokovic menampilkan pertarungan luar biasa saat duel melawan petenis Australia, Alex de Minaur untuk memperebutkan tiket perempat final wimbledon.
Meski di set pertama Djokovic sempat sempoyongan hingga kalah 1-6 oleh tekanan dan keuletan de Minaur, tetapi petenis Serbia itu mampu bangkit di set kedua. Djokovic saat bertanding ditonton istri dan kedua anaknya serta para legenda tenis seperti Roger Federer, merasa termotivasi untuk tampil maksimal. Ini yang membuat Djokovic berbalik mengendalikan pernainan.
Kemenangan gemilang atas rekan senegaranya Miomir Kecmanivic di babak kedua pada Sabtu lalu membuat Djokovic menjadi pemain ketiga dalam sejarah yang mencapai 100 kemenangan di Wimbledon, setelah Martina Navratilova dan Roger Federer.
Federer sendiri hadir di Royal Box untuk menyaksikan rival lamanya itu menghantam Alex De Minaur, melanjutkan perburuan gelar Grand Slam ke-25 yang akan menjadi rekor. Namun Djokovic harus bekerja keras, bangkit dari keunggulan satu set lawannya untuk menang 1-6, 6-4, 6-4, 6-4 atas pemain Australia yang gigih itu.
Ini selalu terlihat sebagai tantangan berat bagi De Minaur, yang telah kalah dalam 11 pertandingan terakhirnya melawan pemain top 10. Apalagi melawan pemain pria paling sukses dalam sejarah. Tapi Centre Court terdiam takjub ketika De Minaur merebut set pertama 6-1.
Pemain Australia itu menunjukkan sikap meremehkan terhadap Djokovic, juara tujuh kali Wimbledon, dengan beberapa pukulan yang melesat melewatinya.
Legenda Wimbledon John McEnroe menyebutnya sebagai set terburuk yang pernah ia lihat dari Djokovic. Sementara Djokovic sendiri tampak jengkel dengan performanya yang sangat buruk di set pertama.
Apakah Federer sedang menusuk-nusuk boneka voodoo rival lamanya itu, berharap dia tidak akan menyamai rekor delapan gelarnya di SW19 ini? Ataukah Djokovic sengaja mempersulit dirinya sendiri?
Tampaknya begitu, karena Djokovic mematahkan servis De Minaur di game pembuka set kedua untuk menunjukkan kilasan kemampuan lamanya. Namun lawannya tidak mengikuti skenario, langsung membalas mematahkan servis Djokovic di game berikutnya.
Dalam set yang berubah menjadi aneh itu, Djokovic kembali mematahkan servis De Minaur di game keempat setelah memenangkan reli 34 pukulan, unggul 3-1. Ia menangkupkan tangan ke telinga, meminta lebih banyak dukungan dari penonton.
Tapi De Minaur-lah yang membuat kejutan, merebut break point kedua di game keenam untuk menyamakan kedudukan 3-3. Djokovic telah lima kali dipatahkan servisnya dalam kurang dari 90 menit.
Djokovic menolak panik, dan merespons dengan mematahkan servis De Minaur tanpa kebobolan di game berikutnya untuk kembali memimpin. Bukankah servis seharusnya menjadi keunggulan di level ini?De Minaur, pasangan dari petenis nomor satu Inggris Katie Boulter, menyia-nyiakan kesempatan untuk mengalahkan Djokovic ketika ia sedang terpuruk.(*/saf/thedailyexpress)
(lam)