LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang penyintas Covid-19, Marchus Teguh Sanjaya, mengatakan bahwa pasien Covid-19 tidak mudah memperoleh donor plasma konvalesen. Terlebih lagi, donor plasma konvalesen hanya bisa diambil dari penyintas Covid-19.
Teguh mengakui belum banyak masyarakat yang paham soal donor plasma konvalesen. Selain sosialisasi kurang, edukasi donor plasma konvalesen juga mungkin rendah. Itulah yang mendorongnya Teguh bergabung ke ExCov Community. Setelah bergabung, Teguh sudah tujuh kali melakukan donor plasma.
ExCov Community adalah komunitas penyintas Covid-19 yang mengajak penyintas lain mendonorkan plasma konvalesen. ExCov Community membantu untuk mempercepat pasien Covid-19 memperoleh donor lebih plasma. ExCov kini memiliki grup tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jabodetabek
ExCov Community ikut menjaring relawan untuk mengajak para penyintas menjadi calon pendonor. Kegiatan screening donor plasma konvalesen oleh ExCov bertempat di mal. Sekarang ini akan dimasifkan di beberapa kota di Indonesia. "Kami terbuka kepada setiap pihak yang ingin men-support kegiatan kami tersebut," katanya.
Kebutuhan Plasma KonvalesenKebutuhan donor plasma konvalesen secara meningkat tajam. Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat bahkan telah menyalurkan 60 ribu plasma konvalesen di seluruh Indonesia enam bulan terakhir ini.
Jumlah donor plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 rata-rata sekitar 200-300 per hari, sedangkan permintaannya terus meningkat. Permintaan plasma konvalesen sangat tinggi sehingga terjadi waiting list sampai 5.000 seluruh Indonesia. PMI menargetkan produksi sekitar 800-1.000 plasma konvalesen per hari di seluruh Indonesia.
"Kami harus mempercepat, meningkatkan (donor plasma konvalesen) ini untuk membantu menyehatkan yang kena (Covid-19) itu,” kata Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla (JK).
Di Jakarta, kebutuhan donor plasma konvalesen meningkat hingga 200 persen dalam beberapa pekan terakhir. Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PMI DKI Jakarta Arya Sandhiyudha mengatakan, PMI DKI Jakarta saat ini fokus kepada donor plasma konvalesen. Aula lantai lima Gedung PMI DKI pun dijadikan pusat penerimaan donor plasma konvalesen.
(jak)