LANGIT7.ID–Jakarta; Inter Miami mengalami mimpi buruk saat bertandang ke markas FC Cincinnati, Kamis (17/7) pagi WIB. Dalam laga yang berlangsung di TQL Stadium, Lionel Messi dan kawan-kawan tumbang dengan skor telak 0-3. Kekalahan ini bukan hanya mempermalukan Miami, tapi juga menegaskan betapa rapuhnya lini belakang mereka — dan betapa Messi tak bisa selalu jadi penyelamat.
Ironisnya, kekalahan memalukan ini datang di hari yang seharusnya membahagiakan. Sebab, santer beredar kabar bahwa Rodrigo De Paul, gelandang tangguh sekaligus sahabat dekat Messi, akan segera bergabung ke Inter Miami. Pemain yang dijuluki “bodyguard Messi” itu diyakini bisa membawa perubahan besar. Namun, di laga ini, absennya sosok sekuat De Paul sangat terasa.
Tanpa kejutan, tanpa sihirMessi datang ke laga ini dengan catatan impresif: mencetak 11 gol dalam 7 laga terakhir. Tapi malam itu, magisnya seolah hilang. Beberapa peluang memang ia ciptakan — termasuk tembakan melengkung dari luar kotak penalti — namun tak satu pun yang berhasil membobol gawang Cincinnati.
Sebaliknya, FC Cincinnati tampil tajam dan efisien. Gol pertama tercipta di menit-menit awal setelah bek kanan Inter Miami, Marcelo Weigandt, gagal mengawal pergerakan Luca Orellano. Bola kemudian disodorkan ke Gerardo Valenzuela yang tanpa kesulitan menjebol gawang Oscar Ustari.
Pertahanan Inter Miami kembali runtuh di awal babak kedua. Kali ini giliran Sergio Busquets yang tak mampu menghentikan Evander. Pemain Cincinnati itu mendorong bola melewati hadangan Busquets dan menaklukkan Ustari untuk menggandakan keunggulan tuan rumah.
Makin menyedihkan, Evander mencetak gol keduanya di menit ke-70 setelah memanfaatkan bola muntah hasil tepisan buruk dari Rocco Rios Novo — kiper pengganti Ustari yang keluar karena cedera. Gol ketiga ini jadi penutup kekacauan Inter Miami malam itu.
Harapan baru bernama Rodrigo De PaulKekalahan ini jadi peringatan keras bagi pelatih Javier Mascherano. Timnya tak hanya kalah secara skor, tapi juga mental dan organisasi permainan. Kinerja lini belakang begitu mudah dihancurkan, lini tengah tak mampu menahan serangan, dan Messi pun kehilangan dukungan dari rekan-rekannya.
Di tengah kekecewaan tersebut, rumor kedatangan Rodrigo De Paul menjadi satu-satunya kabar positif. Gelandang timnas Argentina itu dikenal sebagai petarung di lapangan, sosok yang berani duel dan bisa menjadi pelindung Messi dalam arti sebenarnya. Jika transfer ini terealisasi, kehadirannya bisa jadi solusi atas krisis konsistensi yang dihadapi Inter Miami.
Laga kontra FC Cincinnati mungkin akan dikenang sebagai malam paling kelam musim ini. Namun dengan sisa musim yang masih panjang dan jadwal berat menanti — termasuk duel kontra New York Red Bulls akhir pekan ini — Inter Miami harus segera bangkit.
Tanpa perbaikan cepat, mimpi mereka bersama Messi bisa berakhir pahit.
(lam)