LANGIT7.ID-Jakarta; Upaya memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha halal di Asia Tenggara kembali mendapat dorongan melalui kerja sama strategis antara Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Malaysia International Islamic Financial Centre (MIFC) Leadership Council (MLC). Kedua lembaga ini mempertemukan pemangku kepentingan utama dalam forum Indonesia-Malaysia Halal Trade Roundtable yang berlangsung Selasa (12/8).
Acara ini menghadirkan jajaran tokoh penting, di antaranya Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyub, Chairman MIFC Leadership Council Tan Sri Azman Mokhtar, Head of Financing for Development UNDP Indonesia Nila Murti, serta perwakilan akademisi dan praktisi dari Malaysia dan Indonesia yang bergerak di bidang ekonomi dan keuangan syariah.
Mengangkat isu pembiayaan etis dan berkelanjutan, forum ini diarahkan untuk menjadi jembatan antara potensi besar industri halal dengan kebutuhan akses modal, khususnya di segmen UMKM. “Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kuat antara dua negara dengan potensi halal terbesar di Asia Tenggara, yaitu Indonesia dan Malaysia, untuk bersama-sama membangun ekosistem halal yang tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan dan nilai-nilai syariah,” ujar Aiyub dalam keterangannya, dikutip Kamis (14/8/2025).
Diskusi menyoroti perlunya kerangka pembiayaan yang sesuai prinsip syariah dan mendukung keberlanjutan, mengingat meskipun industri halal tumbuh pesat, hambatan modal masih dirasakan banyak pelaku usaha. Opsi solusi yang dibahas meliputi pemanfaatan instrumen seperti sukuk, pinjaman sindikasi syariah, serta green Islamic investment vehicles yang diarahkan untuk mendanai infrastruktur dan inovasi di rantai nilai halal.
Dari sisi Malaysia, MIFC Leadership Council memaparkan pengalamannya menjadi pelopor sukuk hijau dan pengembangan instrumen keuangan syariah inovatif yang menyokong pertumbuhan ekonomi halal. Melalui Islamic Finance and Halal Integration Roundtables, MLC kerap mempertemukan regulator dan pelaku industri untuk menjajaki peluang baru, di samping aktif mempromosikan investasi dan meningkatkan kapasitas melalui kerja sama dengan MATRADE dan HDC.
Pertemuan ini diharapkan memacu investasi hijau lintas negara, membuka jalur pembiayaan bagi UMKM halal, dan menciptakan sinergi sertifikasi halal antara Indonesia dan Malaysia. Melalui kerja sama ini, KNEKS dan MLC menargetkan terciptanya perdagangan halal yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga mengedepankan nilai etis, keberlanjutan, dan dampak positif bagi kawasan ASEAN dan sekitarnya.
(lam)