Wamenkeu Juda Agung mendorong KNEKS bergerak lebih lincah dan efektif dalam mengakselerasi ekonomi syariah melalui sinergi UMKM serta penguatan digitalisasi nasional.
KNEKS ingatkan kebijakan pemisahan unit usaha syariah harus berbasis skala usaha agar bank tetap kompetitif. Simak analisis regulasi dan dampaknya bagi industri.
KNEKS dan SMESCO bersinergi perkuat startup halal dan UMKM melalui inkubasi bisnis serta akses pasar global guna mengokohkan posisi ekonomi syariah Indonesia.
Aset keuangan syariah melonjak hingga Rp12,56 triliun dan kuasai 30,3 persen pasar nasional. Simak tantangan spin off dan dominasi pasar modal dalam laporan terbaru.
KNEKS laporkan aset keuangan syariah Indonesia tumbuh 26,4% mencapai Rp 12.698 triliun pada September 2025. Melalui AICIF ke-13, pemerintah perkuat integrasi prinsip Maqashid Syariah, inovasi Green Sukuk, dan zakat hijau ke dalam rencana pembangunan nasional demi ekonomi yang lebih resilient dan berkelanjutan.
Aset keuangan syariah Indonesia tumbuh 12,8% YoY di 2025 hingga Rp10.774 triliun, melampaui kinerja keuangan nasional. KNEKS siapkan program SBSN, BPJS Syariah, hingga proyek halal untuk memperkuat industri.
Kolaborasi KNEKS dan MIFC dorong pembiayaan syariah berkelanjutan bagi UMKM halal Indonesia-Malaysia, fokus pada investasi hijau dan sinergi sertifikasi.
32 guru sekolah ikuti pelatihan ekonomi syariah untuk wujudkan kantin halal, koperasi syariah, dan literasi keuangan di Jawa Barat. Ini langkah awalnya.
Transformasi KNEKS menjadi Badan Ekonomi Syariah akan dibahas Presiden Prabowo dan Maruf Amin akhir Juli 2025. Maruf sebut kesepakatan prinsip sudah dicapai. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat inovasi dan koordinasi lintas sektor ekonomi syariah nasional.
Dialog eksklusif Indonesia-Inggris bahas ekonomi syariah, RUU Ekonomi Syariah, dan peluang kerja sama global. Komitmen KNEKS perkuat regulasi dan tata kelola syariah nasional.
KNEKS mengambil langkah strategis meningkatkan literasi keuangan syariah melalui pendekatan komprehensif dan berbasis data. Target peningkatan literasi 20 persen menjadi fokus utama, didukung implementasi panduan kerja baru yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Strategi ini diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia secara berkelanjutan.