LANGIT7.ID–Bandung; Langkah konkret dalam membangun budaya ekonomi syariah di kalangan pelajar Jawa Barat dimulai bukan dari ruang kelas, tapi dari pelatihan intensif yang diikuti para guru. Sebanyak 32 guru dari berbagai SMA dan SMK terlibat aktif dalam pelatihan bertema ekonomi dan keuangan syariah, sebagai fondasi utama bagi implementasi program Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah.
Pelatihan ini menjadi tahap awal dari program strategis yang diinisiasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, KDEKS Jawa Barat, FPEB Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Bank Nano Syariah. Program ini sendiri dirancang untuk memperluas wawasan pelajar dalam bidang ekonomi syariah sekaligus mendorong tercapainya target nasional dalam RPJMN.
Materi pelatihan meliputi berbagai aspek fundamental dan terapan dalam ekonomi syariah. Beberapa di antaranya adalah perkembangan ekonomi syariah global dan nasional, prinsip-prinsip dasar seperti nilai dan konsep harta, serta pemahaman mendalam mengenai konsumsi, distribusi, dan uang dalam perspektif syariah.
Selain itu, guru juga diberikan pembekalan terkait fiqh muamalah dan ushul fiqh, sebagai dasar operasional lembaga keuangan syariah. Tak kalah penting, pelatihan juga membahas industri keuangan syariah berikut produk dan praktiknya, serta isu-isu ekonomi syariah terkini yang terjadi di wilayah Jawa Barat.
Untuk mendukung aplikasi praktis di lingkungan sekolah, peserta juga menerima pelatihan mengenai manajemen Unit Pengumpul Zakat (UPZ), koperasi syariah berbasis sekolah, serta bimbingan teknis dalam membentuk dan mengelola kantin halal.
Penunjukan sekolah pelopor ini telah diumumkan secara resmi melalui seremoni pembukaan yang dipimpin oleh Dr. Firman Oktora, S.Si., M.Pd., M.Kom., Kepala Bidang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah daerah dalam mempercepat tumbuhnya ekosistem ekonomi syariah di lingkungan pendidikan menengah.
Dari sisi akademisi, Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA, Dekan FPEB UPI, turut menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam membentuk generasi pelajar yang memiliki pemahaman ekonomi syariah secara praktis. Ia menegaskan, “Dengan sinergi antara lembaga pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan syariah, dan sektor perbankan seperti Bank Nano Syariah, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang memberdayakan siswa melalui praktik ekonomi syariah nyata," ujar dia dalam keterangannya, Sabtu (26/7/2025).
Visi besar program ini pun ditegaskan oleh Dr. Sutan Emir Hidayat, MBA, selaku Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS. Ia menjelaskan, “Melalui Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah, kami ingin menumbuhkan kesadaran siswa akan potensi dan tantangan ekonomi syariah sejak dini. Dukungan kebijakan nasional melalui RPJMN memperkuat fondasi program ini.”
Sebagai bagian dari agenda penting, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KNEKS dan FPEB UPI. Kesepakatan ini melandasi pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dalam bidang ekonomi syariah, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, yang akan menjadi penggerak aktivitas di sekolah pelopor.
Adapun 27 sekolah yang telah ditetapkan sebagai Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah berasal dari jenjang SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, antara lain:
1. SMK Al Hasra
2. SMK Pasundan 3 Kota Cimahi
3. SMKN 1 Agrabinta
4. SMKS Al Hadi
5. SMAN 4 Bandung
6. SMAN 17 Bekasi
7. SMKN 2 Kota Bekasi
8. SMKN 8 Kota Bekasi
9. SMAN 1 Ciwaringin
10. SMK Al Asiyah
11. SMAN 8 Bekasi
12. SMA Al Aziz Islamic Boarding
13. SMKN 14 Bekasi
14. SMA KP 1 Ciparay
15. SMK SKYE Digipreneur
16. SMAN 2 Cibarusah
17. SMA MH Yasin Subang
18. SMKN 3 Tasikmalaya
19. SMA Al-Irsyad Satya
20. SMAN 1 Subang
21. SMAN 4 Bogor
22. SMA Al-Muttaqin Kota Tasikmalaya
23. SMAN 1 Sukaresmi
24. SMK Daarut Tauhiid
25. SMA KP Cicalengka
26. SMAN 1 Plered
27. SMAN 4 Bekasi
Program ini diharapkan akan menjadi langkah awal dalam membentuk ekosistem belajar yang mendorong praktik ekonomi syariah di kalangan pelajar, bukan sekadar konsep. Dengan kolaborasi semua pihak, sekolah-sekolah ini akan menjadi pionir bagi transformasi pendidikan ekonomi syariah yang nyata dan berkelanjutan.
(lam)