LANGIT7.ID–Bekasi; Menara Turyapada di Bali kini memasuki babak baru. Minggu ini, Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, meresmikan siaran TV digital dari menara tersebut. Peresmian ini menjadi pengingat bahwa fungsi menara bukan hanya sekadar pusat komunikasi, tapi juga destinasi wisata bagi warga dan turis.
Menara Turyapada dibangun dengan anggaran Rp418 miliar untuk mengatasi blank spot sinyal di wilayah Karangasem, Buleleng, dan Jembrana. Kini, pemerintah provinsi berkomitmen menjadikannya ikon wisata yang bisa disejajarkan dengan Menara Eiffel di Prancis atau Tokyo Tower di Jepang.
Berlokasi di Kabupaten Buleleng, menara setinggi 115 meter ini berdiri di ketinggian 1.636 meter di atas permukaan laut. Udara sejuk pegunungan dan panorama alam Bali Utara yang menawan menjadi nilai jual utama.
Pengunjung bisa mencoba berjalan di atas jembatan kaca di lantai 5, meski sensasi menengok ke bawah dari ketinggian bisa bikin lutut gemetar. Di lantai 9, ada skywalk dengan pemandangan lebih dramatis, sementara di lantai 10 tersedia planetarium dengan edukasi astronomi dan pengalaman interaktif menatap langit malam.
Menara Turyapada bisa dikunjungi dengan reservasi tiket lewat situs resmi. Jadwal kunjungan sama setiap hari, yaitu pukul 10.00–12.00 dan 13.00–15.00 WITA. Tersedia opsi tur berkelompok atau tur privat bersama pemandu.
Walaupun durasi kunjungan dibatasi 2 jam, kawasan sekitar menara menyimpan banyak destinasi lain untuk melengkapi perjalanan. Mulai dari Pura Ulun Danu Beratan dan Danau Beratan, The Blooms Garden, Handara Gate, Kebun Raya Bali, hingga Danau Kembar Buyan dan Tamblingan.
Untuk akomodasi, wisatawan bisa memilih penginapan mewah seperti Handara Golf & Resort Bali atau penginapan populer Strawberry Hill Hotel & Restaurant yang dekat dengan Danau Beratan.
Dari puncak menara, wisatawan bisa menikmati panorama 360 derajat dan merasakan sensasi seolah berada di atas awan. (*/bil/thebalisun)
(lam)