LANGIT7.ID-, Jakarta - - Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk menghindari area sekitar aksi berlangsung dan menggunakan beberapa jalur alternatif.
Pihak Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas. Seperti disampaikan TMC Polda Metro Jaya, melalui akun Instagram resmi, Senin (25/8/2025) sebagai berikut:
"Sehubungan dengan adanya aksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI, Kami informasikan bahwa lalu lintas di ruas jalan berikut mengalami penutupan dan pengalihan:
1. Jalan Gatot Subroto dari arah Jakarta PUsat menuju DPR/MPR dialihkan ke Jl, Sudirman dan Jl. Thamrin.
2. Lalu lintas dari Jl. Gerbang Pemuda Senayan yang akan belok ke kiri ke arah DPR/MPR ditutup, diputar balik Kembali ke Jl. Gerbang Pemuda Senayan.
Bagi seluruh pengguna jalan diimbau untuk menghindari area sekitar Gedung DPR/MPR RI serta mematuhi arahan petugas di lapangan, demi kelancaran dan ketertiban bersama.
Sementara untuk tol dalam kota di depan DPR/MPR masih bisa dilalui kedua arah.
Sempat Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air MataDemo yang berlangsung sejak pagi tadi, sempat ricuh. Sekira pukul 12.45 WIB, polisi menghalau pengunjuk rasa dengan menembakkan gas air mata dan semprotan air ke arah demonstran. Sampai sekitar pukul 13.30 WIB, polisi terus berusaha menghalau massa agar menjauhi gedung DPR.
Kelompok demonstran berusaha bertahan dan melawan dengan melempar botol air plastik. Dikutip dari BBC Indonesia, aparat Brimob menembakkan gas air mata sebanyak lebih dari lima kali dalam jangka waktu setengah jam.
Massa demonstran kemudian dipukul mundur ke arah Gelora Bung Karno (GBK). Tak sedikit yang mencari tempat perlindungan di Senayan Park. Di kawasan Senayan Park terdapat sejumlah massa mengalami perih di mata, panik, hingga batuk-batuk akibat gas yang dilontarkan personel Brimob.
Sementara itu, informasi yang didapat, bantuan logistik yang seharusnya diserahkan kepada pengunjuk rasa sempat mengalami kendala.
"Biasanya kami taruh logistik di sini (sambil menunjuk sebuah lokasi), tapi dipersulit, biasanya aman ehe ehe..," tulis salah satu relawan yang kerap aktif membantu demonstran, Nada Arini, di akun Instagram Story miliknya, @arininada_arini.
Ia mengaku sempat harus meninggalkan logistik yang berasal dari sumbangan masyarakat itu lantaran situasi idak kondusif.
"Sementara kita mundur ya
guys, logistik ditinggal, kita tunggu mahasiswa dulu kalau aman balik lagi," tulisnya.
(lsi)