LANGIT7.ID-, Surabaya- - KH Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar) menyebutkan ciri-ciri orang yang disukai surga adalah yang maksimal dalam mengembangkan potensi diri dan selalu menjaga mulut.
“Dalam sebuah hadits, Rasulullah mengingatkan bahwa muslim yang mengembangkan diri dalam karya itu lebih baik daripada muslim yang lemah atau tidak berkembang,” katanya dalam ‘Tabligh Akbar FESyar Jawa 2025’ di Masjid Al Akbar Surabaya, akhir pekan lalu.
Dalam “Tabligh Akbar FESyar Jawa 2025” Gus Kautsar menegaskan bahwa Islam tidak tertarik dengan orang yang tidak mau berkembang sesuai potensinya.
“Surga itu punya ciri-ciri penghuni, termasuk ciri-ciri penghuni yang masuk surga tapi mampir dulu ke neraka. Nah, ciri agar kita nggak mampir neraka dulu adalah kita lebih baik dari diri kita yang kemarin, bukan lebih baik dari orang lain, karena itu hasud, tapi kita berkembang terus lebih baik dari hari kemarin,” terangnya.
Baca juga:
Hanan Attaki: Islam Pentingkan Penampilan dan PerilakuDi hadapan ribuan peserta tabligh, ulama muda dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur mengatakan orang yang lebih baik dari orang lain itu biasanya terjebak pada hasud (iri/benci), sehingga harus dihindari agar disukai surga.
“Tapi, kalau diri kita tidak berkembang menjadi lebih baik dari diri kita yang kemarin juga tidak disukai surga, karena kita bisa menjadi miskin dan orang miskin itu mudah menjadi kafir, karena dia akan suka melakukan pelanggaran hingga lalai dengan agama,” terangnya.
Oleh karena itu, muslim yang baik itu selalu mengembangkan potensi diri, banyak belajar, sering menambah wawasan dalam kajian/pengajian, mampu membaca peluang dan cerdas, sehingga disukai surga, karena imannya kuat, tidak hasud/iri, tidak lemah/miskin, dermawan/belas kasih, dan selalu tergerak untuk melakukan kebaikan.
“Kemampuan berkembang dan kemauan terus belajar itu akan membangun sebuah bangunan yang hebat demi generasi berikutnya, kalauj kita tidak berkembang dan bahkan ceroboh akan dapat menghapus kejayaan masa lalu. Meski tidak hebat, tapi kalau kita berkembang lebih baik terus akan membuat keluarga dan bangsa menjadi terangkat,” tambahnya.
Satu lagi yang disukai surga, kata Gus Kautsar adalah menjaga mulut, karena orang yang paling banyak masuk neraka adalah karena omongan.
“Nabi pernah menyatakan yang pertama hilang dari umatnya adalah bisa dipercaya. Itu karena 90 persen orang ngomong itu bisa disalahpahami sehingga bisa menjadi masalah, jadi harus dijaga,” paparnya.
(ori)