LANGIT7.ID, Bogor - Masjid Jamik Tine-Tang yang berlokasi di samping gerbang tol Sentul Barat memiliki keunikan tersendiri. Bangunannya bergaya oriental khas negeri tirai bambu dengan nuansa warna kuning, merah, dan hijau.
Pendirian masjid ini tak hanya dimanfaatkan sebagai tempat untuk beribadah, tapi juga untuk wisata religi, membangkitkan keimanan umat Muslim.
"Saya membangun masjid sebagai syiar Islam sekaligus wisata religi," kata pengusaha jalan tol Indonesia keturunan Tionghoa, Jusuf Hamka.
Dengan adanya penambahan fungsi masjid sebagai tempat wisata religi, masyarakat di sekitar rumah ibadah ini diharap dapat lebih makmur. Mereka bisa berjualan cindera mata, makanan dan minuman.
"Masjid ini bisa jadi pusat perekonomian baru," ujarnya.
Masjid Jami Tine-Tang sendiri dibangun dengan total luas bangunan berukuran 523.2 meter persegi di samping gerbang Tol Sentul Barat. Kapasitasnya bisa menampung hingga 125 jemaah, namun di masa pandemi dibatasi 60 jemaah.
Umat Muslim yang melaksanakan shalat berjamaah di masjid tersebut diharap tetap menerapkan protokol kesehatan ketat untuk menghindari penularan Covid-19.
Dari donasi yang diberikan untuk pembangunan masjid, sebagiannya digunakan untuk pendanaan UMKM “Pojok Halal” yang menjual berbagai produk halal dan berlokasi di lingkungan Masjid Jami Tien-Tang.
(bal)