Langit7, Tuban - Taman biasanya tempat untuk sekadar kongko bagi anak muda. Kehadiran taman menjadi pilihan karena memiliki tempat yang cukup luas untuk bercengkrama. Disamping didukung berbagai keindahan tanaman yang menghiasi sekeliling taman.
Namun, ada yang berbeda dengan taman yang ada Di Tuban, Jawa Timur. Terdapat sebuah taman yang tidak hanya dijadikan tempat untuk kongko saja. Taman Edukasi Salam Dayat (Sekolah Alam Daarul Munjiyat) ini menghadirkan taman bagi anak-anak sekolah atau pun masyarakat umum di sana.
Taman ini berawal dari sebuah gagasan Sekolah Alam Daarul Munjiyat. Tadinya, taman ini didirikan sebagai fasilitas pendukung siswa di sekolah alam tersebut.
Baca juga: Pesantren Sintesa, Jadikan Santri Kaya Lewat InternetPengelola Salam Dayat, Yuni Rahmawati mengaku, bersama dengan pengurus lainnya, ia memang bercita-cita untuk bisa memiliki lembaga pendidikan yang bisa dinikmati oleh banyak kalangan, termasuk masyarakat umum.
![Bersantai Sambil Mengais Ilmu di Taman Edukasi Salam Dayat]()
Sebelumnya, ia memulai bisnis di bidang elektronik pada 2006-2008. Namun, karena kejenuhannya, ia memutuskan untuk beralih dan membuka Taman Pendidikan Al-Quran (TPA).
“TPA ini kami asuh sendiri dengan beberapa rekan. Mulai berjalan empat tahun, akhirnya muncul ide untuk mengembangkannya menjadi sekolah formal,” ujarnya dikanal Youtube Lebah Inspirasi.
Baca juga: Menilik Konsep Wasathiyah, Moderasi yang Benar dalam IslamMelalui gagasan itu, lahirlah sekolah formal yang dibangunnya sejak 2013 silam. Dalam sekolah formal itu, berfokus pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK).
“Alhamdulillah kami mendapatkan wakaf di tempat yang kami gunakan sekarang ini. Pada 2018 kami dirikan Lembaga Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah atau setingkat SD,” ujarnya.
Bergabung dengan jaringan sekolah alam nusantara, maka untuk mendukung fasilitas lembaga pendidikannya ini, mulailah ia bersama pengurus lainnya untuk membuat taman edukasi Salam Dayat.
![Bersantai Sambil Mengais Ilmu di Taman Edukasi Salam Dayat]()
Sebab, sekolah alam membutuhkan lahan luas untuk observasi, bermain, dan melakukan kegiatan belajar-mengajar yang bebas tapi tetap kondusif. Bekerja sama dengan beberapa pihak terkait, termasuk warga sekitar, akhirnya taman edukasi Salam Dayat dapat terealisasi.
“Di sini ada beberapa fasilitas, di antaranya kamping yang bisa dinikmati keluarga atau pun siswa. Kemudian arena outbond, yang dikhususkan bagi anak berusia 4-13 tahun,” ujarnya.
Untuk kegiatan kamping, menjadi keunggulan tersendiri di taman edukasi Salam Dayat ini. Di mana segala kebutuhan perlengkapan untuk kamping disediakan untuk disewa di tempat ini, seperti tenda, tikar, alat musik, sound system, termasuk menu makan dan minum di kafetaria yang tersedia.
“Intinya tujuan utama kami adalah berbagi manfaat, khususnya pendidikan dan masyarakat umum agar bisa menikmati taman edukasi kami untuk kegiatan yang bermanfaat,” tambahnya.
Baca juga: Ustadz Budi Ashari: Agar Anak Tak Kecanduan Gadget, Jangan Berikan Sebelum Akalnya SempurnaWahana yang ada di taman edukasi Salam Dayat ini, lanjut Yuni, memang menyediakan permainan edukasi yang dikhususkan bagi anak-anak. Sebab, tujuan utama dibentuknya taman edukasi ini adalah untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar sekaligus menjadi fasiltas pendukung di dalam sekolah alam.
Walaupun begitu, taman edukasi Salam Dayat juga menerima pengunjung dari kalangan umum. Terlebih, untuk bisa berkunjung ke taman ini tidak dipatok biaya secara khusus.
“Kami hanya menyediakan kotak infak, sehingga pengunjung memberikan sejumlah uang seikhlasnya ke dalam kontak infak yang kami gunakan untuk biaya renovasi atau pun lainnya untuk menyempurnakan taman ini,” jelasnya.
(zul)