Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Ustadz Budi Ashari: Agar Anak Tak Kecanduan Gadget, Jangan Berikan Sebelum Akalnya Sempurna

Muhajirin Selasa, 05 Oktober 2021 - 15:00 WIB
Ustadz Budi Ashari: Agar Anak Tak Kecanduan Gadget, Jangan Berikan Sebelum Akalnya Sempurna
Ustadz Budi Ashari (foto: istimewa)
LANGIT7.ID - Dunia digital memiliki perkembangan yang sangat pesat. Berbagai kecanggihan ditawarkan. Kehadiran teknologi memang membawa kemudahan bagi banyak orang. Namun di sisi lain, ia berdampak buruk bagi anak.

Tak sedikit orang tua mengeluh lantaran anak mereka kecanduan smartphone. Pagi siang malam anak-anak hanya asik bermain game. Jika ponsel itu diambil, sang anak akan menangis, memberontak, dan melawan.

Ini merupakan persoalan orang tua masa kini. Padahal, mereka sendiri yang memfasilitasi telepon pintar itu untuk anak. Tapi mereka juga yang pusing saat anaknya rusak karena gadget. Akhirnya, orang tua merasa frustasi dengan kondisi anak kecanduan gadget.

Baca Juga: Cara Intan Erlita Membatasi Pemakaian Gadget Berlebih pada Anak

Pakar pendidikan Islam Ustadz Budi Ashari mengatakan, cara agar orang tua bisa mengakhiri kecanduan gadget pada anak adalah orang tua harus mengambil handphone dari anak lalu bertaubat.

“Ambil saja handphone-nya,” kata Ustadz Budi Ashari melalui kanal Youtube Ankaboot, dikutip Selasa (5/10/2021).

Dia mengaku heran dengan orang tua zaman sekarang. Mereka yang memberi gadget kepada anak, lalu bingung sendiri.

Padahal, dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang melarang orang tua memberi harta benda kepada anak yang belum memiliki akal sempurna. Handphone termasuk harta benda yang tak boleh asal diberikan kepada anak-anak.

Allah Ta’ala berfirman dalam surah An-Nisa ayat 5: “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

“Lihat ayat Al-Qur’an ini. Jangan kalian berikan harta kalian kepada mereka yang belum sempurna akalnya. Bocah atau anak itu belum sempurna akalnya, wong sekarang sudah lulus kuliah aja masih kayak bocah, iya kan? Kematangan jiwanya tidak ada, kemandiriannya tidak ada,” kata pendiri Kuttab Al-Fatih ini.

Lalu, sampai usia berapa anak baru boleh memegang harta benda? Jawaban pertanyaan itu ada pada surah An-Nisa ayat 6. Allah Ta’ala berfirman;

“Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka hartanya.”

Ustadz Budi Ashari menegaskan, Al-Qur’an secara tegas memerintahkan agar orang tua memberikan harta benda kepada anak saat sudah baligh, dewasa dan mampu mengelola urusannya sendiri.

“Makanya rusak anak bangsa ini karena orang tua melanggar banyak ayat,” katanya. Maka itu, dia meminta agar para orang tua bertaubat kepada Allah Ta’ala.

“Tobat dulu orang tuanya, jangan anaknya diuber-uber terus. Anak ini rusak gara-gara anda. Sujud di hadapan Allah, kalau bisa sampai nangis. Ya Allah saya telah salah mendidik anak,” ucapnya.

Setelah orang tua mengakui kesalahan dan bertaubat kepada Allah, maka mudah menyelesaikan masalah. Selanjutnya, tinggal masalah teknis mengambil gadget dari tangan anak.

“Caranya di antara suami dan istri. Mana yang paling dikagumi oleh anak-anak? Maka dialah yang mencabut handphone-nya,” ucapnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)