LANGIT7.ID-, Jakarta- - Penggunaan
media sosial (medsos) dapat meningkatkan risiko depreesi dan kecemasan. Dosen Psikologi Universitas Nahdlatul Ulama (Unusia), Rakimin mengatakan bermain medsos lebih dari tiga jam sehari bisa memunculkan dua risiko tersebut.
“Penggunaan media sosial selama lebih dari tiga jam sehari dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan. Penggunaan media sosial yang berlebihan juga terkait dengan kualitas tidur yang buruk pada remaja yang selanjutnya dapat berdampak pada kesehatan mental mereka,” kata Rakimin.
Rakimin melanjutkan, penggunaan medsos berlebihan pada anak gadis dapat menimbulkan masalah dengan harga diri yang buruk, masalah citra tubuh, dan dapat mengalami gangguan makan.
Baca juga:
Disebut dalam Al-Qur'an, 3 Buah Ini Ampuh Turunkan Kolesterol“Ada banyak anak yang terpaku pada smartphone, orang tua bertanggung jawab untuk memastikan bahwa anak tidak melebihi waktu layar (screen time) yang diberikan kepada mereka. Waktu layar sekitar 1 jam per hari sangat ideal untuk anak-anak di bawah bimbingan orang tua,” terang Rakimin pada NU Online dikutip Rabu (5/7/2023).
Ia menjelaskan secara rinci waktu layar yang disarankan di berbagai kelompok usianya, yaitu pertama, untuk anak-anak di bawah dua tahun, waktu layar harus nol kecuali untuk video call.
Kedua, untuk anak-anak berusia antara 2 hingga 5 tahun, satu jam screen time yang diawasi tidak masalah. Ketiga, untuk anak-anak yang berusia lebih dari 5 tahun dan remaja, screen time rekreasi 2 jam per hari sudah cukup.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kecemasan merupakan salah satu gangguan kesehatan mental, sebab kecemasan menjadi pintu masuk menuju gangguan kepribadian lainnya.
“Kecemasan terhadap sesuatu yang tidak jelas, merupakan simptom dari kepribadian was-was. Kecemasan menurut psikologi Islam, merujuk pada emosi takut. Kendatipun antara cemas dan takut memiliki perbedaan.jika objek takut adalah nyata dan jelas, namun objek kecemasan itu tidak jelas,” ujarnya.
Baca juga:
Ancaman Sampah Plastik Bisa Kalahkan Jumlah Ikan di LautanMenurut Rakimin, untuk menangani masalah psikologis seperti kecemasan dan depresi, dapat menggunakan metode dan prinsip-prinsip Islami yang merujuk pada Al-Qur’an dan Al-Hadis, dikenal dengan istilah Psikoterapi Islam.
Mengenai bagaimana mengatasi kecemasan dengan psikoterapi pada umumnya, kata dia, ada 3 metode psikoterapi yang sering digunakan dalam mengatasi kecemasan, yaitu mendengarkan musik, kemudian hypnosis, serta relaksasi.
"Sedangkan dalam psikoterapi Islam yang sering digunakan untuk mengatasi kecemasan adalah dzikir, membaca Al-Fatihah serta berdoa dan mendengarkan murotal,” tandas Rakimin.

(ori)