LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem hari ini, Rabu (1/10/2025). Prakiraan menunjukkan adanya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, yang di sejumlah wilayah bisa disertai petir dan angin kencang. Selain itu, gelombang laut tinggi juga berpotensi terjadi di beberapa perairan Indonesia.
Kondisi Cuaca di Sumatera dan JawaDi Pulau Sumatera, cuaca didominasi hujan. Banda Aceh, Medan, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, dan Pangkal Pinang diperkirakan mengalami hujan ringan, sedangkan Palembang berpotensi hujan sedang. Pekanbaru dan Bandar Lampung menjadi wilayah yang perlu lebih waspada karena hujan disertai kilat dan petir berpotensi melanda.
Sementara itu, di Pulau Jawa, beberapa kota besar seperti Jakarta, Serang, Semarang, dan Surabaya masih berpeluang hujan ringan. Adapun Bandung dan Yogyakarta diperkirakan mengalami cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir.
Cuaca di Bali, Nusa Tenggara, dan KalimantanKondisi berbeda terlihat di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. BMKG memproyeksikan Denpasar dan Mataram cenderung berawan hingga berawan tebal, sedangkan Kupang akan lebih cerah berawan.
Pulau Kalimantan justru diprediksi basah. Pontianak, Samarinda, dan Palangkaraya diperkirakan turun hujan ringan, sementara Tanjung Selor dan Banjarmasin diguyur hujan petir.
Sulawesi dan Wilayah Timur IndonesiaUntuk kawasan Sulawesi, Makassar dan Kendari dilaporkan berawan tebal, sedangkan hujan ringan diperkirakan mengguyur Palu, Gorontalo, Mamuju, dan Manado.
Di wilayah timur Indonesia, kondisi bervariasi. Ambon berawan, sedangkan Ternate, Manokwari, dan Jayawijaya akan turun hujan ringan. Hujan sedang diprakirakan di Nabire, Jayapura, dan Sorong, sementara Merauke berpotensi diguyur hujan disertai petir.
Fenomena Atmosfer yang MempengaruhiBMKG melaporkan kemunculan bibit siklon tropis 93W di Laut Filipina bagian timur yang bergerak ke arah barat. Fenomena ini membentuk daerah pertemuan angin di utara Papua, memicu konvergensi di Maluku Utara, Papua Barat, hingga Papua Tengah. Kondisi tersebut meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di sekitar Maluku dan sekitarnya, membuat pertumbuhan awan hujan semakin signifikan.
Tak hanya itu, BMKG juga menyoroti adanya kecepatan angin lebih dari 25 knot di Samudra Hindia Barat Daya Sumatera hingga Lampung. Situasi ini berpotensi menimbulkan gelombang tinggi antara 2,5–4 meter di wilayah tersebut.
(lam)