LANGIT7.ID-, - Departemen Keuangan
Amerika Serikat menyatakan, pihaknya telah merancang koin USD1 bergambar Presiden
Donald Trump di kedua sisinya. Rencananya
koin ini bakal beredar pada 2026. Jika benar terjadi, hal ini melanggar undang-undang yang ada.
"Tidak ada berita palsu di sini. Draf pertama untuk menghormati HUT ke-250 Amerika dan @POTUS ini asli," tulis Menteri Keuangan Brandon Beach dalam sebuah unggahan kepada X, dikutip Minggu (5/10/2025).
Beach menanggapi sebuah twit yang menampilkan sketsa koin tersebut. Sisi depan koin menggambarkan sketsa profil Trump. Sisi belakangnya didasarkan pada foto Trump (79), yang berdiri dengan kepalan tangan mengarah ke udara, setelah telinganya terkena peluru dalam upaya pembunuhan pada Juli 2024.
Di sisi depan, tertulis "1776 hingga 2026" di bawah tulisan "In God We Trust", merujuk pada peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.
Baca juga: Wali Kota London Sadiq Khan Sebut Donald Trump Rasis dan Islamofobia, Reaksi Atas Pidatonya di PBBKata-kata "berjuang, berjuang, berjuang" tertulis di atas kepalanya di sisi belakang, yang juga menambahkan "Amerika Serikat" dan "E Pluribus Unum".
"Tidak sabar untuk segera berbagi lebih banyak lagi, setelah penutupan pemerintah Amerika Serikat yang obstruktif berakhir," ujar Beach, merujuk pada penutupan pemerintah yang pertama sejak masa kepresidenan Trump saat ini.
Sebelumnya, selama masa jabatan Trump yang pertama yaitu dari tahun 2017 hingga 2021 terdapat tiga penutupan, termasuk penutupan selama 35 hari yang berlangsung dari akhir tahun 2018 hingga awal tahun 2019, sbuah penutupan terpanjang dalam sejarah AS.
Mengenai kapan tanggal pasti koin-koin itu bakal diproduksi, Beach tidak menjelaskan lebih detail. Namun, jika benar-benar terwujud, koin-koin tersebut akan menjadi yang pertama menampilkan presiden yang masih hidup dan sedang menjabat.
Sementara menurut undang-undang tentang desain mata uang di Amerika Serikat, rencana tersebut adalah ilegal. Disebutkan bahwa "Dilarang mengeluarkan koin dengan gambar mantan Presiden yang masih hidup atau yang sedang menjabat, atau gambar mantan Presiden yang telah meninggal selama periode 2 tahun setelah tanggal meninggalnya Presiden tersebut".
Koin tersebut kemungkinan dijadwalkan untuk dirilis pada tahun 2026, menurut
NBC News. Berdasarkan Undang-Undang Desain Ulang Koin Koleksi yang Beredar tahun 2020, Kongres menyatakan bahwa Departemen Keuangan AS dapat "mencetak koin USD1 dolar dengan desain yang melambangkan peringatan 750 tahun Amerika Serikat" untuk memperingati hari jadi ke-250 Amerika.
Namun, undang-undang yang sama menyatakan, "Tidak ada potret kepala dan bahu atau dada seseorang, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, dan tidak ada potret orang yang masih hidup yang boleh dicantumkan dalam desain di bagian belakang koin tertentu," mengutip
CNN.
Baca juga: Tanpa Bukti, Donald Trump Klaim Tylenol Obat Pereda Nyeri Ada Hubungannya dengan AutismeSelain itu, media tersebut menunjukkan kemungkinan solusi, karena potret Trump ditampilkan di sisi depan koin, bukan di bagian belakang.
"Meskipun desain koin USD1 dolar terakhir belum dipilih untuk memperingati hari jadi Amerika Serikat yang ke-75, draf pertama ini mencerminkan dengan baik semangat abadi negara dan demokrasi kita, bahkan di tengah berbagai rintangan yang sangat besar," kata seorang juru bicara Departemen Keuangan kepada CNN, seraya menambahkan bahwa mereka "berharap dapat segera membagikan lebih banyak lagi." (*/People/CNN/NBCNews/lsi)
(lsi)